Warisan Leluhur di Panggung Dunia: Pencak Silat Diperjuangkan Jadi Simbol Perdamaian Global

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Rabu, 5 Maret 2025 - 18:59 WIB

50261 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warisan Leluhur di Panggung Dunia: Pencak Silat Diperjuangkan Jadi Simbol Perdamaian Global

New York, 5 Maret 2025 —

Dalam forum bergengsi dunia bertajuk “Securing the Legacy: Debriefing from Paris 2024 for Future Major Sporting Events Marking” yang digelar di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Dito Ariotedjo, tampil membanggakan dengan mempromosikan pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia yang relevan bagi keamanan dan perdamaian global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dalam sambutannya di hadapan para delegasi dari berbagai negara, Menpora Dito menjelaskan bahwa pencak silat tidak sekadar seni bela diri, melainkan filosofi hidup yang mengajarkan disiplin, rasa hormat, dan tanggung jawab sosial. Ia menegaskan bahwa seni bela diri tradisional ini memiliki potensi besar sebagai alat pendidikan karakter, serta pencegah radikalisme melalui nilai-nilai luhur yang dikandungnya.

 

“Pencak Silat adalah simbol ketahanan bangsa, sebuah warisan budaya yang tak hanya membela, tetapi melindungi; tidak hanya bertempur, tetapi menjaga perdamaian,” ujar Menpora Dito.

 

Indonesia, kata Menpora, mengupayakan agar pencak silat lebih dikenal secara global, termasuk mendorong agar olahraga ini dapat masuk dalam agenda Olimpiade di masa mendatang. Hal ini selaras dengan visi Indonesia menjadikan olahraga sebagai instrumen diplomasi, pemberdayaan pemuda, serta pemulihan sosial pascakonflik.

 

Lebih jauh, Menpora menyampaikan pentingnya kerja sama internasional dan penguatan infrastruktur keamanan dalam penyelenggaraan ajang olahraga besar. Ia mengapresiasi kesiapan Prancis dalam menggelar Olimpiade Paris 2024, yang dinilai mampu menjadi model pengelolaan ancaman keamanan global yang adaptif.

 

Menutup sambutannya, Menpora Dito menyatakan komitmen Indonesia untuk terus berperan aktif dalam Program Olahraga Global UNOCT serta memperluas kolaborasi internasional guna menciptakan dunia yang lebih aman, berdaya, dan damai melalui kekuatan olahraga.

 

“Olahraga adalah mercusuar ketahanan dan perdamaian. Kami percaya, melalui upaya bersama, warisan olahraga akan tetap menjadi warisan persatuan dan keamanan untuk generasi mendatang,” pungkasnya.

Berita Terkait

MH Soccer Academy Akan Menggelar Coaching Clinic Session di Stadion Siliwangi Bandung
MS Glow Gelar Mudik Gratis, Menpora: Semoga Jadi Inspirasi Pengusaha Muda
Bukber Inspiratif Menpora Dito: Kolaborasi, Keberkahan, dan Harapan untuk Timnas
Zakat Sebagai Teladan: Prabowo dan Gibran Serahkan Zakat, Dito Ariotedjo Hadir Bersama Pejabat Negara
Gerak Bersama MDI-AMMDI dan Kemenpora: Dorong Kepemimpinan Muda dan Moderasi Beragama
Merdeka Marathon 2025, Marathon Rasa Festival: Lintasi Budaya, Teknologi, dan Semangat Kemerdekaan
Prabowo dan Erick Thohir Antusias Sambut Kemenangan Garuda di Kualifikasi Piala Dunia
Tegal Menuju Kota Sportif: Dukungan Moril Kemenpora Mengalir

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 19:02 WIB

DKPP Kota Bandung Periksa Kesehatan Satwa Prioritas di Bandung Zoo

Senin, 20 April 2026 - 14:10 WIB

71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia

Senin, 6 April 2026 - 02:55 WIB

Lebih Mudah, Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Cukup STNK Tanpa KTP Pemilik Pertama*

Sabtu, 4 April 2026 - 19:29 WIB

*Chandra Gautama Jembatani Tradisi lewat Aing Kabayan*

Senin, 30 Maret 2026 - 23:39 WIB

Asep Robin: Legalitas Cagar Budaya Cikadut Harus Kuat  

Minggu, 8 Maret 2026 - 17:09 WIB

Berburu Lailatul Qadar, Ini Rekomendasi Masjid untuk Iktikaf di Kota Bandung

Jumat, 27 Februari 2026 - 17:14 WIB

PENANGANAN KASUS KERACUNAN MBG

Selasa, 17 Februari 2026 - 17:35 WIB

Mantan Karyawan PT RPG,TBK minta Hak Gaji di bayar perusahaan.

Berita Terbaru

Daerah

Budaya Bukan Cuma Seremoni: Pesan KAA dari Savoy Homan

Minggu, 19 Apr 2026 - 16:10 WIB

Bandung

*Chandra Gautama Jembatani Tradisi lewat Aing Kabayan*

Sabtu, 4 Apr 2026 - 19:29 WIB