Dedi Mulyadi Pimpin Jawa Barat dengan Kepuasan Publik Tertinggi di Pulau Jawa

BARA NEWS JABAR

- Redaksi

Kamis, 29 Mei 2025 - 10:10 WIB

50386 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, 29 Mei 2025 – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mencatatkan tingkat kepuasan publik tertinggi di Pulau Jawa dalam survei yang dirilis oleh Indikator Politik Indonesia. Survei yang dilakukan antara tanggal 12 hingga 19 Mei 2025 menunjukkan bahwa 94,7 persen masyarakat Jabar menyatakan puas terhadap kinerja gubernur dalam 100 hari pertama masa jabatannya.

Hasil ini menjadikan Dedi Mulyadi sebagai gubernur dengan tingkat kepuasan tertinggi di Pulau Jawa, mengungguli sejumlah kepala daerah lainnya seperti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang memperoleh angka kepuasan sebesar 75,3 persen.

Pendiri Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, tingginya tingkat kepuasan tidak hanya didorong oleh capaian teknokratis, tetapi juga karena faktor emosional masyarakat yang merasa diperhatikan oleh pemerintah daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Masyarakat menilai bahwa Dedi Mulyadi benar-benar bekerja untuk rakyat. Ini memperkuat persepsi positif terhadap kepemimpinannya,” kata Burhanuddin.

Keberhasilan Dedi Mulyadi dalam merangkul masyarakat juga mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Provinsi Jawa Barat berhasil meraih predikat peringkat pertama nasional dalam SPM Awards 2025 , ajang yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memuji langkah Dedi Mulyadi yang dinilai berani memangkas anggaran yang tidak prioritas dan mengalihkannya untuk pemenuhan layanan dasar masyarakat.

“Langkah ini menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengelolaan anggaran yang lebih efektif dan berpihak pada rakyat,” ujar Tito.

Di tengah sorotan publik yang semakin besar, Dedi Mulyadi diketahui lebih memilih fokus pada pekerjaan daripada hadir dalam seremonial. Hal ini tercermin dari sikapnya yang beberapa kali menolak tampil langsung dalam acara penghargaan dan lebih memilih mengirimkan jajaran birokrasi sebagai bentuk apresiasi atas kerja kolektif tim.

“Beliau lebih fokus bekerja daripada seremoni,” ungkap Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman.

Dengan tingkat kepuasan publik yang tinggi serta penghargaan nasional yang diraih, gaya kepemimpinan Dedi Mulyadi yang merakyat dan tegas dalam kebijakan publik dinilai telah membuahkan hasil nyata dalam waktu singkat. (*)

 

Berita Terkait

71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia
Lebih Mudah, Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Cukup STNK Tanpa KTP Pemilik Pertama*
*Chandra Gautama Jembatani Tradisi lewat Aing Kabayan*
Penyampaian LKPJ 2025, Farhan Paparkan Capaian Pembangunan Daerah
Asep Robin: Legalitas Cagar Budaya Cikadut Harus Kuat  
Berburu Lailatul Qadar, Ini Rekomendasi Masjid untuk Iktikaf di Kota Bandung
Bandung Jadi Pusat Inovasi dan Kolaborasi di IFBEX 2026
Camat Bandung Wetan ‘Meledak’, Musrenbang di Hotel Grandia Jadi Kontroversi!

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 14:10 WIB

71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia

Senin, 6 April 2026 - 02:55 WIB

Lebih Mudah, Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Cukup STNK Tanpa KTP Pemilik Pertama*

Sabtu, 4 April 2026 - 19:29 WIB

*Chandra Gautama Jembatani Tradisi lewat Aing Kabayan*

Rabu, 1 April 2026 - 14:50 WIB

Penyampaian LKPJ 2025, Farhan Paparkan Capaian Pembangunan Daerah

Minggu, 8 Maret 2026 - 17:09 WIB

Berburu Lailatul Qadar, Ini Rekomendasi Masjid untuk Iktikaf di Kota Bandung

Jumat, 27 Februari 2026 - 17:14 WIB

PENANGANAN KASUS KERACUNAN MBG

Selasa, 17 Februari 2026 - 17:35 WIB

Mantan Karyawan PT RPG,TBK minta Hak Gaji di bayar perusahaan.

Jumat, 6 Februari 2026 - 15:35 WIB

Bandung Jadi Pusat Inovasi dan Kolaborasi di IFBEX 2026

Berita Terbaru

Daerah

Budaya Bukan Cuma Seremoni: Pesan KAA dari Savoy Homan

Minggu, 19 Apr 2026 - 16:10 WIB

Bandung

*Chandra Gautama Jembatani Tradisi lewat Aing Kabayan*

Sabtu, 4 Apr 2026 - 19:29 WIB