Sekda Herman Suryatman Ungkap Kunci Sukses Terwujudnya Jabar Istimewa

baraNews Jabar Online

- Redaksi

Minggu, 9 Maret 2025 - 04:08 WIB

50354 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KABUPATEN SUMEDANG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, mengungkapkan tiga kunci utama mewujudkan visi Jabar Istimewa dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Jawa Barat.

Pernyataan ini disampaikan saat ia menjadi narasumber dalam Dialog Publik BULD DPD RI, di Auditorium Fakultas Manajemen Pemerintahan, Kampus IPDN Jatinangor, pada Jumat (7/3/2024) sore.

Herman menjelaskan konsep Jabar Istimewa mencerminkan komitmen Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dalam mengistimewakan masyarakat, baik melalui pelayanan publik yang prima maupun melalui pelaksanaan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk mengakselerasi pencapaian visi tersebut, Herman mengatakan terdapat tiga kunci utama yang harus menjadi fokus utama, yaitu values (nilai-nilai), sistem, dan kepemimpinan.

Values: Mengedepankan Nilai Kearifan Lokal

Herman menyebutkan bahwa nilai utama yang dijunjung tinggi dalam pembangunan Jawa Barat adalah gemah ripah repeh rapih. Istilah ini mencerminkan harapan akan masyarakat yang subur makmur, sejahtera, tenteram, damai, serta hidup dalam keharmonisan.

“Gemah ripah berarti masyarakat yang sejahtera, cukup sandang dan pangan. Sementara repeh rapih berarti masyarakat yang rukun, aman, dan damai,” kataHerman.

Ia menekankan nilai-nilai lokal ini harus dijadikan sebagai spirit utama dalam setiap kebijakan dan pelaksanaan pembangunan, baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa/kelurahan.

“Nilai-nilai ini akan membantu kita dalam mengembalikan berbagai persoalan kepada akar budaya dan kearifan lokal masing-masing daerah,” katanya.

Sistem: Integrasi Pembangunan dari Pusat hingga Desa

Kunci kedua yang disoroti adalah pentingnya sistem yang terintegrasi. Menurut Herman, pembangunan yang sukses haruslah merupakan hasil agregasi dari berbagai tingkatan pemerintahan, mulai dari pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa.

“Tidak akan ada provinsi yang hebat tanpa kabupaten/kota yang hebat. Begitu juga tidak akan ada kabupaten/kota yang hebat tanpa kecamatan yang hebat, dan tidak ada kecamatan yang maju tanpa desa-desa yang hebat,” tuturnya.

Oleh karena itu, perancangan sistem yang selaras serta formulasi kebijakan yang terstruktur menjadi langkah strategis agar tujuan pembangunan dapat tercapai secara maksimal.

Leadership: Kepemimpinan yang Kuat dan Berorientasi Data

Kunci ketiga yang sangat vital adalah kepemimpinan. Herman menjelaskan inti dari kepemimpinan adalah decision making atau pengambilan keputusan yang tepat serta keberanian dalam menghadapi berbagai risiko.

Seorang pemimpin, menurutnya, harus berpegang teguh pada grand design pembangunan yang telah dirancang serta berani mengambil keputusan berdasarkan data yang valid dan akurat.

“Good data, good decision, good result. Keputusan yang baik harus didasarkan pada data yang valid agar menghasilkan dampak yang optimal,” ungkapnya.

Selain itu, ia menambahkan bahwa kepemimpinan yang kuat harus berjalan sesuai dengan aturan hukum, tetapi tetap memiliki fleksibilitas untuk bergerak cepat dan bahkan mampu melampaui ekspektasi.

“Kepemimpinan yang kuat memiliki peran besar dalam suksesnya pembangunan. Harus logis, sesuai regulasi, tapi juga bisa bergerak cepat dan melampaui ekspektasi,” katanya.

Dengan mengedepankan values, sistem yang terintegrasi, dan kepemimpinan yang kuat, Jawa Barat optimistis dapat mewujudkan visi Jabar Istimewa demi masyarakat yang lebih sejahtera dan bahagia.

“Values, sistem,leadership, itu kuncinya,” pungkas Herman Suryatman.

Berita Terkait

Sinergi bank bjb dan Pemerintah Daerah Sumedang Wujudkan Hunian Layak untuk Semua
BAZNAS Jabar Gelar Rakorda dan Peningkatan Kapasitas Relawan BAZNAS Tanggap Bencana dan Layanan Aktif Baznas se-Jawa Barat
Polisi Bekuk 73 Preman Berkedok Jukir di Sumedang
Smoking Pipe Community: Hidupkan Tradisi dan Seni Padudan Sumedang

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:54 WIB

PROGRAM BEDAH RUMAH CILAMPENI KEMENTERIAN PKP SENTUH RUMAH DINAS DAN HUNIAN WARGA DI KATAPANG

Jumat, 17 Juli 2026 - 21:47 WIB

DPRD Kota Bandung menggelar rapat Paripurna terkait penyampaian pandangan umum tiga Raperda usulan Pemerintah Kota Bandung

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:36 WIB

MENGGUGAT LABEL “AIR PEGUNUNGAN” DALAM UPAYA MENYELARASKAN NARASI PEMASARAN DENGAN REALITAS SAINS HUTAN DAN SIKLUS AIR

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:42 WIB

80 Tahun Mengabdi Polri Untuk Masyarakat, Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Tenggara Berlangsung Khidmat

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:27 WIB

Sekwan Kabupaten Bekasi Rahmat Atong: Saya Hanya Jalankan Fungsi Administratif, Keputusan Tunjangan Rumah di Tangan Dewan

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:51 WIB

HUT Bhayangkara ke-80, Polres Cimahi Polri menjadi institusi yang dicintai dan dipercaya publik

Senin, 1 Juni 2026 - 18:49 WIB

Rd. Ir. Roza Rahmadjasa Mintaredja M. Ars tokoh budayawan yang melestarikan adat dan pengembangan wawasan kebudayaan Sunda.

Senin, 25 Mei 2026 - 19:23 WIB

PERAYAAN AWAL TAHUN 1 Suklapaksa KARTIKA 1963 Çaka Sunda

Berita Terbaru