Warga geram , Seakan Tak Mengindahkan berkedok warung klotong menjual obat-obatan golongan G

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Senin, 12 Mei 2025 - 17:01 WIB

50236 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

BARA News Bogor, Senin 12/05/2025

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bogor Kabupaten., Penjualan obat keras Golongan *G* ilegal berkedok warung UMKM yang terletak persis sebrang Stasiun Citayam yang beralamat , Jl. Raya Citayam, Kp. Parung Jambu, Bojong Podok Terong, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16444. masih bebas mengedarkan obat keras golongan G,tentunya sangat meresahkan warga sekitar pasalnya sudah ada salah satu warga yang masuk rumah sakit akibat mengkonsumsi obat tersebut.

Untuk membuktikan kebenaran tersebut,salah satu warga yang enggan disebutkan namanya memberikan informasi kepada awak media, “saya kesel banget om gara-gara ada yang jual obat tramadol ade saya masuk rumah sakit om, itu toko obat selalu buka terus padahal sudah sempet saya bilangin tapi itu toko ngeyel banget masih aja dagang kaya kebal banget sama hukum bang yang lebih parahnya waktu itu saya liat anak SMP , orang pake seragam putih biru bang beli obat juga disitu ngerusak banget kan itu obat bang, saya sih belum sempet laporan ke RT disitu om.tuturnya.

“Putra,penjual sekaligus penjaga toko membenarkan ke awak media “Saya udah 5 Tahun bang dagang disini ngga ada warga belakang yang komplen, ya bang saya buka toko habis mau gimana bng, iya, jual tramadol dan exsimer, kita jualan juga cuma dari jam 07 sampai 11 siang bang nyari buat makan aja, setelah itu toko tutup tapi Buka pintunya aja bang biar ngga keciri banget kita buka toko biar bisa jualan sampe malam, saya mah gimana perintah bos saya aja bng, untuk kordinasi pun kita sudah kordinasi ko sama orang polres Depok(Oknum berinisial N) bang, ungkapnya,

Padahal sudah adanya larangan Keras dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bahwa tidak boleh ada lagi yang berjualan Obat Keras Golongan G dilangsir dari Akun sosial Media nya, dan amat Sungguh ironis, pasal nya toko penjual obat keras golongan G itu tidak jauh dari Mako Polres Depok letaknya, seakan aparat penegak hukum membiarkan peredaran obat keras tersebut merajalela, dan oknum penjual obat keras golongan G juga meresa aman-aman saja  menjajakan dagangannya.

“Eximer dan tramadol sendiri adalah jenis obat keras golongan-G yang penggunaannya harus dalam pengawasan oleh resep dokter, karena apabila salah dalam penggunaan akan menyebabkan efek samping yang sangat berbahaya untuk kesehatan dan otak saraf manusia.

Sesuai peraturan yang berlaku, para pelaku usaha yang tanpa ijin memperjual belikan kedua jenis obat golongan-G tersebut, dapat dijerat dengan pasal 196 undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman pidana 10 tahun penjara, dan pasal 197 UU kesehatan nomor 36 tahun 2009 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Setelah berita ini di terbitkan,akan mengkonfirmasi ke Stakeholder (RT,RW,Lurah,Babinsa dan Babinkamtibmas) setempat, Aparat penegak hukum dan gubernur Jawa barat.

 

 

Berita Terkait

PROGRAM BEDAH RUMAH CILAMPENI KEMENTERIAN PKP SENTUH RUMAH DINAS DAN HUNIAN WARGA DI KATAPANG
Komisi III Akan Bentuk Tim Perumus yang Mengawal Pemulihan Anggaran
DPRD Kota Bandung menggelar rapat Paripurna terkait penyampaian pandangan umum tiga Raperda usulan Pemerintah Kota Bandung
MENGGUGAT LABEL “AIR PEGUNUNGAN” DALAM UPAYA MENYELARASKAN NARASI PEMASARAN DENGAN REALITAS SAINS HUTAN DAN SIKLUS AIR
80 Tahun Mengabdi Polri Untuk Masyarakat, Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Tenggara Berlangsung Khidmat
Sekwan Kabupaten Bekasi Rahmat Atong: Saya Hanya Jalankan Fungsi Administratif, Keputusan Tunjangan Rumah di Tangan Dewan
HUT Bhayangkara ke-80, Polres Cimahi Polri menjadi institusi yang dicintai dan dipercaya publik
Rd. Ir. Roza Rahmadjasa Mintaredja M. Ars tokoh budayawan yang melestarikan adat dan pengembangan wawasan kebudayaan Sunda.

Berita Terkait

Senin, 15 Desember 2025 - 16:21 WIB

Diduga Diatur, Terendah Gugur di 6 Paket Pengadaan PUPR Bogor

Minggu, 14 Desember 2025 - 23:38 WIB

KCBI: Kriminalisasi Wartawan Tak Bisa Tutupi Dugaan Bisnis Oli Palsu dan Narkoba di Rumah Oknum Kades

Jumat, 7 November 2025 - 18:43 WIB

Pembunuhan Sadis di Bojonggede: Pria Ditemukan Tewas dengan Leher Terlilit Kawat, Tiga Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam

Rabu, 5 November 2025 - 09:48 WIB

Perluas Inklusi Keuangan, bank bjb Dukung Sosialisasi KPP Bersama Pemkab Bogor

Selasa, 4 November 2025 - 18:51 WIB

Sinergi bank bjb dan Pemda Jabar: Permudah Akses Keuangan Masyarakat Desa Terdampak Tambang

Senin, 20 Oktober 2025 - 07:12 WIB

SWI Kecam Keras Aksi Teror terhadap Wartawan Syahbudin Padank di Subulussalam

Jumat, 3 Oktober 2025 - 18:58 WIB

Alumni STM se-Kota Bogor Gelar “Jum’at Berkah”, Bagikan Ratusan Makan Gratis

Kamis, 25 September 2025 - 05:40 WIB

Gubernur Dedi Sebut Siswa Trauma akibat Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru