Asmul Menyampaikan Usulan Terkait Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara Pada Acara Talkshow OPSI PRFM

REDAKSI KOTA BANDUNG

- Redaksi

Kamis, 3 Juli 2025 - 17:01 WIB

50228 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Kota Bandung H. Asep Mulyadi, S.H., menjadi narasumber pada acara talkshow OPSI PRFM terkait usulan reaktivasi Bandara Husein Sastranegara, di Studio PRFM Bandung, Rabu, 3 Juli 2025. Ridhwan/Humpro DPRD Kota Bandung.

BANDUNG, baranewsjabar.com- Ketua DPRD Kota Bandung H. Asep Mulyadi, S.H., menjadi narasumber pada acara talkshow OPSI PRFM terkait usulan reaktivasi Bandara Husein Sastranegara, di Studio PRFM Bandung, Rabu, 3 Juli 2025.

Pada kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kota Bandung yang akrab disapa Kang Asmul itu pun menjelaskan bahwa usulan reaktivasi Bandara Husein Sastranegara bukan hanya didasari oleh semangat Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan yang disampaikan kepada publik akhir-akhir ini. Akan tetapi hal tersebut pun telah disampaikan melalui aspirasi masyarakat sejak lama kepada DPRD Kota Bandung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Terkait hal ini sebetulnya kami di DPRD Kota Bandung sejak jauh-jauh hari telah menerima banyak aspirasi dari masyarakat. Banyak yang menyampaikan katanya sejak Bandara Husein Sastranegara tidak beroperasi, yang mau ke daerah lain atau ke Kota Bandung, jadi kesulitan karena harus melalui Bandara Kertajati yang jaraknya cukup jauh, atau pun Bandara Halim Perdana Perdanakusuma yang harus naik turun moda transportasi lain terlebih dulu,” ujarnya.

Oleh karena itu, seiring banyaknya aspirasi masyarakat maka usulan reaktivasi Bandara Husein Sastranegara pun menjadi salah satu perhatian DPRD Kota Bandung.

Terlebih hal tersebut pun mendapat respons positif dari Wali Kota Bandung, yang ingin segera melakukan percepatan reaktivasi Bandara yang berlokasi di Kecamatan Cicendo tersebut.

“Keinginan mereaktivasi Bandara Husein Sastranegara ini menjadi semangat bersama dari Pemerintahan Kota Bandung, mudah-mudahan bisa segera terwujud. Namun tentu saja kami berharap, hal ini tidak menyaingi atau mengganggu apapun yang menjadi rencana awal dari keberadaan Bandara Kertajati, Bandara Halim Perdanakusuma, maupun Bandara Soekarno-Hatta,” ucapnya.

Kang Asmul menambahkan, aspirasi yang disampaikan kepada DPRD Kota Bandung terkait harapan reaktivasi Bandara Husein Sastranegara, bukan hanya berasal dari masyarakat Kota Bandung, namun juga para wisatawan mancanegara yang memiliki keinginan berkunjung ke Kota Bandung.

Bahkan hal tersebut, secara tidak langsung bukan hanya menyebabkan terjadinya kehilangan momentum dan potensi kunjungan wisata. Tetapi juga berdampak pada penurunan pendapatan daerah Kota Bandung dari sektor pariwisata, dan juga perputaran ekonomi masyarakat yang selama ini memanfaatkan keberadaan dari Bandara Husein Sastranegara.

Meski demikian, Kang Asmul menegaskan, reaktivasi Bandara Husein Sastranegara tidak bisa diputuskan secara sepihak oleh Pemerintah Kota Bandung, karena kewenangan tersebut merupakan kebijakan dari pemerintah pusat, dalam hal ini adalah Kementerian Perhubungan.

“Karena ini merupakan dan berada di kebijakan Kementerian Perhubungan, maka saya dorongnya harus dari berbagai sisi dan adanya kajian yang lebih komperhensif, misalnya berapa banyak jumlah pengguna dari penerbangan ini, bagaimana kesiapan fasilitas pendukung menuju dari dari bandara tersebut, ketersediaan tempat parkir yang memadai, dan lainnya. Sehingga ketika bandara diusulkan kembali di aktivasi betul-betul punya dampak menyeluruh yang lebih positif dari sebelumnya,” tuturnya.

Kang Asmul pun menyambut positif langkah awal rekativasi Bandara Husein Sastranegara dengan dilakukannya penerbangan perdana dari maskapai Susi Air dengan rute Bandung-Yogyakarta dan sebaliknya, melalui Bandara Husein Sastranegara-Bandara Adi Sucipto.

Serta Bandung-Jakarta, melalui Bandara Husein Sastranegara menuju Bandara Halim Perdanakesuma dan sebaliknya. Kemudian Bandung-Pangandaran, melalui Bandara Husein Sastranegara menuju Bandara Nusawiru Cijulang dan sebaliknya.

Melalui hal tersebut, diharapkan akan berdampak pada permintaan penerbangan dari maskapai lain, baik tujuan penerbangan domestik maupun internasional seperti sebelumnya.

“Hari ini saya sangat bahagia dan surprise sekali karena penerbangan Susi Air ini merupakan penerbangan perdana dari Bandara Adi Sucipto, Kota Yogyakarta ke Bandara Husein Satranegara, Kota Bandung.

Apalagi penerbangan perdana ini turut disaksikan langsung oleh Bapak Gubernur Jawa Barat, Bapak Wali Kota Bandung, dan Ibu Susi Pudjiastuti, sehingga ini menjadi pintu awal untuk menunjukan Bandara Husein Sastranegara ini telah siap untuk dilakukan reaktivasi,” ucapnya.

Kang Asmul pun berharap, dengan hadirnya rute-rute penerbangan dari maskapai Susi Air tersebut dari dan menuju Bandara Husein dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Sehingga dengan besarnya animo pengguna, akan membuka peluang bagi maskapai lainnya, untuk juga turut hadir di Bandara Husein Sastranegara.

“Dengan dibukanya kembali rute penerbangan dari Bandara Adi Sucipto ke Bandara Husein Sastranegara hari ini merupakan angin segar bagi kita semua. Maka ayolah kita manfaatkan hadirnya layanan penerbangan ini, baik itu yang mau ke Jakarta, ke Yogyakarta, maupun ke Pangandaran dengan menggunakan Susi Air. Selain itu tentunya mari kita sama-sama perkuat komunikasi antar pemerintahan dan lintas sektor, sehingga apa yang kita harapkan dapat terlaksana dengan baik,” katanya.

Berita Terkait

DKPP Kota Bandung Siapkan 184 Petugas Periksa Hewan Kurban
DKPP Kota Bandung Periksa Kesehatan Satwa Prioritas di Bandung Zoo
71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia
Lebih Mudah, Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Cukup STNK Tanpa KTP Pemilik Pertama*
*Chandra Gautama Jembatani Tradisi lewat Aing Kabayan*
Penyampaian LKPJ 2025, Farhan Paparkan Capaian Pembangunan Daerah
Asep Robin: Legalitas Cagar Budaya Cikadut Harus Kuat  
Berburu Lailatul Qadar, Ini Rekomendasi Masjid untuk Iktikaf di Kota Bandung

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:40 WIB

DKPP Kota Bandung Siapkan 184 Petugas Periksa Hewan Kurban

Jumat, 24 April 2026 - 19:02 WIB

DKPP Kota Bandung Periksa Kesehatan Satwa Prioritas di Bandung Zoo

Senin, 20 April 2026 - 14:10 WIB

71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia

Senin, 6 April 2026 - 02:55 WIB

Lebih Mudah, Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Cukup STNK Tanpa KTP Pemilik Pertama*

Rabu, 1 April 2026 - 14:50 WIB

Penyampaian LKPJ 2025, Farhan Paparkan Capaian Pembangunan Daerah

Senin, 30 Maret 2026 - 23:39 WIB

Asep Robin: Legalitas Cagar Budaya Cikadut Harus Kuat  

Minggu, 8 Maret 2026 - 17:09 WIB

Berburu Lailatul Qadar, Ini Rekomendasi Masjid untuk Iktikaf di Kota Bandung

Jumat, 27 Februari 2026 - 17:14 WIB

PENANGANAN KASUS KERACUNAN MBG

Berita Terbaru

Bandung

DKPP Kota Bandung Siapkan 184 Petugas Periksa Hewan Kurban

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:40 WIB

Daerah

Budaya Bukan Cuma Seremoni: Pesan KAA dari Savoy Homan

Minggu, 19 Apr 2026 - 16:10 WIB