Dampak TPA Ciangir Dikeluhkan Warga Tasikmalaya, Air Sungai Hitam dan Ikan-Ikan Mati

baraNews Jabar Online

- Redaksi

Sabtu, 20 September 2025 - 15:01 WIB

50366 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya – Aktivitas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciangir, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, diduga mencemari sungai di sekitarnya. Sejumlah warga mengeluhkan air sungai yang berubah warna menjadi hitam pekat, hingga menyebabkan kematian ikan secara massal.

Keluhan masyarakat datang dari berbagai wilayah terdampak, termasuk Sinargalih, Tamansari, hingga Cibeber, Manonjaya. Air sungai yang biasanya digunakan warga untuk irigasi, perikanan, dan kebutuhan harian kini disebut tak layak pakai.

“Kami hanya ingin air tetap bersih. Kalau sungai rusak, hidup kami juga ikut rusak,” kata Wawan, warga Sinargalih, Jumat (20/9/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masalah ini pun menjadi sorotan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya. Plt Kepala DLH, Hanafi, menyatakan pihaknya telah turun melakukan pemantauan langsung ke lapangan.

“Semua prosedur sedang dipantau, termasuk dampaknya di lapangan,” ujar Hanafi, dikutip dari Antara.

Sementara itu, Plt Kepala UPTD Pengelola TPA Ciangir, Deni Indra, mengakui kemungkinan adanya dampak pencemaran dari aktivitas TPA. Ia menyebut saat ini pihaknya tengah melakukan pembenahan dan menyiapkan sistem filtrasi air lindi, yang dituding sebagai penyebab utama tercemarnya air sungai.

“Kami akui ada dampak yang terjadi, karena itu kami sedang berbenah. Kami juga berniat bertemu warga untuk membicarakan solusi,” katanya.

Air lindi adalah cairan yang dihasilkan dari pelapukan sampah, dan sangat mungkin mencemari air tanah maupun sungai jika tidak dikelola dengan baik.

Kondisi terparah dilaporkan terjadi di Sungai Cikembang, kawasan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Di sana, air sungai berubah warna menjadi pekat kehitaman dan dipenuhi bangkai ikan.

“Ini terparah, tahun lalu nggak sampai sini. Sekarang ikan-ikan kecil mati. Air sungainya hitam sekali, kami khawatir itu sampai ke kolam atau sumur warga,” ungkap Nandar, warga Cibeber.

Warga lainnya, Umar, juga menyebut kolam ikan miliknya rusak akibat pencemaran tersebut. Ikan-ikan mati, air menjadi keruh, dan produktivitas menurun drastis. Sebagian warga bahkan mengaku mulai khawatir menggunakan sumber air yang terhubung dengan aliran sungai.

Masyarakat berharap Pemkot Tasikmalaya bertindak cepat menangani pencemaran ini. Sungai dan kolam yang terdampak selama ini menjadi penopang ekonomi warga, terutama untuk perikanan dan irigasi pertanian.

DLH Kota Tasikmalaya menyatakan akan terus mengawasi situasi dan segera membahas penanganan konkret bersama pengelola TPA dan masyarakat terdampak. Langkah teknis sedang disiapkan, termasuk kemungkinan penambahan sistem pengolahan air limbah yang lebih modern.

Sampai saat ini, warga masih menunggu tindakan nyata dari pemerintah setempat untuk memulihkan kondisi sungai dan mencegah pencemaran lebih lanjut.

Berita Terkait

Pemuda di Tasikmalaya Nekat Cabuli Nenek 85 Tahun, Polisi Amankan Pelaku
Tegakkan Nilai Keberagaman, Kapolres Tasikmalaya Kota Dapat Pengakuan dari Berbagai Elemen Masyarakat
Satresnarkoba Polres Tasikmalaya Kota Tangkap Pengedar, 106 Gram Sabu Disita
Densus 88 Antiteror Amankan Terduga Teroris di Pagerageung Tasikmalaya, Warga Tak Kenal Sosok Penghuni Rumah
Densus 88 Lakukan Penangkapan di Tasikmalaya

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:54 WIB

PROGRAM BEDAH RUMAH CILAMPENI KEMENTERIAN PKP SENTUH RUMAH DINAS DAN HUNIAN WARGA DI KATAPANG

Jumat, 17 Juli 2026 - 21:47 WIB

DPRD Kota Bandung menggelar rapat Paripurna terkait penyampaian pandangan umum tiga Raperda usulan Pemerintah Kota Bandung

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:36 WIB

MENGGUGAT LABEL “AIR PEGUNUNGAN” DALAM UPAYA MENYELARASKAN NARASI PEMASARAN DENGAN REALITAS SAINS HUTAN DAN SIKLUS AIR

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:42 WIB

80 Tahun Mengabdi Polri Untuk Masyarakat, Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Tenggara Berlangsung Khidmat

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:27 WIB

Sekwan Kabupaten Bekasi Rahmat Atong: Saya Hanya Jalankan Fungsi Administratif, Keputusan Tunjangan Rumah di Tangan Dewan

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:51 WIB

HUT Bhayangkara ke-80, Polres Cimahi Polri menjadi institusi yang dicintai dan dipercaya publik

Senin, 1 Juni 2026 - 18:49 WIB

Rd. Ir. Roza Rahmadjasa Mintaredja M. Ars tokoh budayawan yang melestarikan adat dan pengembangan wawasan kebudayaan Sunda.

Senin, 25 Mei 2026 - 19:23 WIB

PERAYAAN AWAL TAHUN 1 Suklapaksa KARTIKA 1963 Çaka Sunda

Berita Terbaru