Dampak TPA Ciangir Dikeluhkan Warga Tasikmalaya, Air Sungai Hitam dan Ikan-Ikan Mati

BARA NEWS JABAR

- Redaksi

Sabtu, 20 September 2025 - 15:01 WIB

50356 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya – Aktivitas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciangir, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, diduga mencemari sungai di sekitarnya. Sejumlah warga mengeluhkan air sungai yang berubah warna menjadi hitam pekat, hingga menyebabkan kematian ikan secara massal.

Keluhan masyarakat datang dari berbagai wilayah terdampak, termasuk Sinargalih, Tamansari, hingga Cibeber, Manonjaya. Air sungai yang biasanya digunakan warga untuk irigasi, perikanan, dan kebutuhan harian kini disebut tak layak pakai.

“Kami hanya ingin air tetap bersih. Kalau sungai rusak, hidup kami juga ikut rusak,” kata Wawan, warga Sinargalih, Jumat (20/9/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masalah ini pun menjadi sorotan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya. Plt Kepala DLH, Hanafi, menyatakan pihaknya telah turun melakukan pemantauan langsung ke lapangan.

“Semua prosedur sedang dipantau, termasuk dampaknya di lapangan,” ujar Hanafi, dikutip dari Antara.

Sementara itu, Plt Kepala UPTD Pengelola TPA Ciangir, Deni Indra, mengakui kemungkinan adanya dampak pencemaran dari aktivitas TPA. Ia menyebut saat ini pihaknya tengah melakukan pembenahan dan menyiapkan sistem filtrasi air lindi, yang dituding sebagai penyebab utama tercemarnya air sungai.

“Kami akui ada dampak yang terjadi, karena itu kami sedang berbenah. Kami juga berniat bertemu warga untuk membicarakan solusi,” katanya.

Air lindi adalah cairan yang dihasilkan dari pelapukan sampah, dan sangat mungkin mencemari air tanah maupun sungai jika tidak dikelola dengan baik.

Kondisi terparah dilaporkan terjadi di Sungai Cikembang, kawasan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Di sana, air sungai berubah warna menjadi pekat kehitaman dan dipenuhi bangkai ikan.

“Ini terparah, tahun lalu nggak sampai sini. Sekarang ikan-ikan kecil mati. Air sungainya hitam sekali, kami khawatir itu sampai ke kolam atau sumur warga,” ungkap Nandar, warga Cibeber.

Warga lainnya, Umar, juga menyebut kolam ikan miliknya rusak akibat pencemaran tersebut. Ikan-ikan mati, air menjadi keruh, dan produktivitas menurun drastis. Sebagian warga bahkan mengaku mulai khawatir menggunakan sumber air yang terhubung dengan aliran sungai.

Masyarakat berharap Pemkot Tasikmalaya bertindak cepat menangani pencemaran ini. Sungai dan kolam yang terdampak selama ini menjadi penopang ekonomi warga, terutama untuk perikanan dan irigasi pertanian.

DLH Kota Tasikmalaya menyatakan akan terus mengawasi situasi dan segera membahas penanganan konkret bersama pengelola TPA dan masyarakat terdampak. Langkah teknis sedang disiapkan, termasuk kemungkinan penambahan sistem pengolahan air limbah yang lebih modern.

Sampai saat ini, warga masih menunggu tindakan nyata dari pemerintah setempat untuk memulihkan kondisi sungai dan mencegah pencemaran lebih lanjut.

Berita Terkait

Pemuda di Tasikmalaya Nekat Cabuli Nenek 85 Tahun, Polisi Amankan Pelaku
Tegakkan Nilai Keberagaman, Kapolres Tasikmalaya Kota Dapat Pengakuan dari Berbagai Elemen Masyarakat
Satresnarkoba Polres Tasikmalaya Kota Tangkap Pengedar, 106 Gram Sabu Disita
Densus 88 Antiteror Amankan Terduga Teroris di Pagerageung Tasikmalaya, Warga Tak Kenal Sosok Penghuni Rumah
Densus 88 Lakukan Penangkapan di Tasikmalaya

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:40 WIB

DKPP Kota Bandung Siapkan 184 Petugas Periksa Hewan Kurban

Jumat, 24 April 2026 - 19:02 WIB

DKPP Kota Bandung Periksa Kesehatan Satwa Prioritas di Bandung Zoo

Senin, 20 April 2026 - 14:10 WIB

71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia

Senin, 6 April 2026 - 02:55 WIB

Lebih Mudah, Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Cukup STNK Tanpa KTP Pemilik Pertama*

Rabu, 1 April 2026 - 14:50 WIB

Penyampaian LKPJ 2025, Farhan Paparkan Capaian Pembangunan Daerah

Senin, 30 Maret 2026 - 23:39 WIB

Asep Robin: Legalitas Cagar Budaya Cikadut Harus Kuat  

Minggu, 8 Maret 2026 - 17:09 WIB

Berburu Lailatul Qadar, Ini Rekomendasi Masjid untuk Iktikaf di Kota Bandung

Jumat, 27 Februari 2026 - 17:14 WIB

PENANGANAN KASUS KERACUNAN MBG

Berita Terbaru

Bandung

DKPP Kota Bandung Siapkan 184 Petugas Periksa Hewan Kurban

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:40 WIB

Daerah

Budaya Bukan Cuma Seremoni: Pesan KAA dari Savoy Homan

Minggu, 19 Apr 2026 - 16:10 WIB