Awal Menuju Perubahan, Program Kecil Berdampak Positif Bagi Masyarakat

REDAKSI KOTA BANDUNG

- Redaksi

Jumat, 9 Mei 2025 - 10:48 WIB

50240 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, baranewsjabar.com- Wakil Wali Kota Bandung, Erwin mengatakan meski istilah “100 hari kerja” tidak secara resmi diatur dalam regulasi pemerintahan, namun hal ini sebagai momentum penting untuk menunjukkan arah dan keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sejak hari pertama menjabat.

“Ini bukan soal menyelesaikan semuanya dalam 100 hari. Tapi ini adalah titik tolak – bukti bahwa kami siap bekerja dan punya visi yang jelas,” ujar Erwin pada kegiatan talkshow bersama Radio Sonata, Jumat 9 Mei 2025.

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa kehadiran kami bukan hanya seremonial, tapi hadir untuk bekerja dan membawa perubahan,” katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam waktu yang singkat, kata Erwin, berbagai program nyata dapat hadirkan, meskipun berskala kecil.

Fokusnya bukan pada besar-kecilnya proyek, tetapi dampaknya bisa langsung dirasakan oleh warga. Program-program awal tersebut menjadi cerminan dari arah besar yang akan kami tempuh lima tahun ke depan.

“Bagi kami, 100 hari kerja ini adalah bagian dari proses membangun kepercayaan publik. Kami tidak ingin sekadar membuat janji. Kami ingin menunjukkan komitmen sejak awal. Ini bukan akhir, ini adalah awal perjalanan menuju Bandung yang lebih baik,” tuturnya.

Erwin menegaskan, diawali program kecil seperti penataan Seke Babakan Ledeng, mural di Jalan Lodaya, dan Pasar Sisi Walungan (Pasiwal).

Hal ini bukan dipilih secara acak, justru program ini menjadi bentuk pendekatan strategis yang intervensi kecil. Harapannya, mampu menghidupkan energi kota secara luas.

“Pembangunan kota tidak bisa diselesaikan dalam sekejap. Proyek besar butuh waktu dan perencanaan. Maka kami mulai dari langkah-langkah kecil yang bisa langsung dieksekusi, tapi punya arah yang jelas,” kata Erwin.

Melalui program tersebut, lanjutnya pemerintah ingin menyentuh berbagai aspek kehidupan warga. Mulai dari tata ruang, budaya, hingga ekonomi lokal. Harapannya, perubahan kecil ini akan memicu resonansi lebih besar dalam jangka panjang.

“Perubahan tidak harus selalu dimulai dari proyek-proyek besar. Justru lewat program kecil yang menyentuh langsung kehidupan warga, kita membangun fondasi sosial yang kuat. Prinsip kami sederhana: kecil tapi berdampak, baru kemudian berkembang ke arah yang lebih besar dan terstruktur,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga, Didi Ruswandi, menjelaskan, reboisasi menjadi salah satu langkah utama dalam mengelola air hujan sejak dari hulu.

Untuk jangka menengah dan panjang, pemerintah juga menyiapkan tampungan air besar seperti kolam retensi sebagai solusi tambahan.

“Reboisasi kita lakukan, terutama di wilayah kabupaten. Tapi untuk transisinya, kita juga siapkan tampungan besar seperti kolam retensi,” ujar Didi.

Menurutnya, proses ini membutuhkan waktu dan kerja sama banyak pihak. Meski kompleks, pihaknya tetap optimis, langkah-langkah ini akan berdampak positif.

“Memang tidak mudah dan butuh waktu. Tapi kita tetap optimis karena semua ini bagian dari proses besar untuk memperbaiki tata kelola air,” katanya.

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam meningkatkan daya serap tanah serta mengurangi limpasan air yang bisa menyebabkan banjir di daerah hilir.

Berita Terkait

​Regenerasi Kepemimpinan, (BBC) Sukses Gelar Musyawarah Besar
Griya Persada Hotel Kaliurang Yogyakarta mengadakan gathering temu ramah mesra di Kota Bandung
Tim Pembina Posyandu Kota Bandung Laksanakan Monitoring dan evaluasi, Posyandu 6 SPM Tunas Harapan 1 di Kelurahan Suka Asih
Jelang Iduladha 2026 Pemeriksaan Hewan Kurban di Kota Bandung Diperketat
DKPP Kota Bandung Siapkan 184 Petugas Periksa Hewan Kurban
DKPP Kota Bandung Periksa Kesehatan Satwa Prioritas di Bandung Zoo
71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia
Lebih Mudah, Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Cukup STNK Tanpa KTP Pemilik Pertama*

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 09:46 WIB

​Regenerasi Kepemimpinan, (BBC) Sukses Gelar Musyawarah Besar

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:12 WIB

Griya Persada Hotel Kaliurang Yogyakarta mengadakan gathering temu ramah mesra di Kota Bandung

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:49 WIB

Tim Pembina Posyandu Kota Bandung Laksanakan Monitoring dan evaluasi, Posyandu 6 SPM Tunas Harapan 1 di Kelurahan Suka Asih

Senin, 1 Juni 2026 - 18:49 WIB

Rd. Ir. Roza Rahmadjasa Mintaredja M. Ars tokoh budayawan yang melestarikan adat dan pengembangan wawasan kebudayaan Sunda.

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:10 WIB

Membaca waktu menjaga Harmoni kehidupan dengan kesadaran Tentang Sejarah kalender Sunda

Senin, 18 Mei 2026 - 16:42 WIB

Jelang Iduladha 2026 Pemeriksaan Hewan Kurban di Kota Bandung Diperketat

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:47 WIB

eMTe Highland Resort Ciwidey, Destinasi Wisata Alam Favorit di Bandung Selatan

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:51 WIB

Ketua Umum BBC Periode 2021-2026 terpilih H.Bagus Machdiantoro

Berita Terbaru