Pemkot Bandung Dorong Pemerataan Ekonomi Lewat Padat Karya dan Pelatihan Ketenagakerjaan

REDAKSI KOTA BANDUNG

- Redaksi

Kamis, 10 April 2025 - 19:03 WIB

50164 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, baranewsjabar.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mempertebal komitmennya menciptakan pemerataan ekonomi dan menekan angka pengangguran melalui program padat karya serta pelatihan keterampilan kerja.

Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dalam acara Halal Bihalal Idulfitri 1446 H yang digelar Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung di Aula Disnaker, Jalan Martanegara, Kamis, 10 April 2025.

Acara silaturahmi tersebut dihadiri oleh seluruh pegawai Disnaker, LKS Tripartit, Dewan Pengupahan Kota, Dharma Wanita, serta PWRI Disnaker Kota Bandung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Farhan menegaskan, pentingnya penanganan ketimpangan sosial di Kota Bandung.

Ia menyoroti fakta bahwa meskipun tingkat pengangguran menurun, jumlah pekerja informal masih jauh lebih tinggi dibandingkan pekerja formal.

“Padat karya ini bukan hanya soal pekerjaan sementara, tapi cara kita memastikan masyarakat bisa pulang ke rumah dengan penghasilan. Rata-rata pengeluaran minimum masyarakat saat ini sekitar Rp50.000 per hari. Kalau ini tidak dipenuhi, kita berbicara soal ketimpangan yang serius,” ujar Farhan.

Menurutnya, program padat karya harus diperluas, bukan hanya untuk sektor kebersihan tetapi juga revitalisasi saluran air dan lingkungan. Selain itu, ia mendorong agar pelatihan kerja diarahkan ke sektor yang dibutuhkan pasar.

“Saya bahkan usulkan ada pelatihan make up dan perawatan diri. Karena sekarang kebutuhan itu tidak hanya untuk perempuan. Bapak-bapak juga mulai sadar pentingnya grooming. Ini bagian dari gaya hidup, bagian dari peluang usaha,” tambahnya.

Farhan menyampaikan, Pemkot Bandung sedang mendorong berbagai kebijakan ekonomi berbasis investasi dan kreativitas.

Salah satunya dengan membebaskan acara publik mulai 19 April mendatang dan memberikan diskon pajak hiburan insidentil sebagai stimulus untuk meningkatkan aktivitas ekonomi kreatif dan menarik investor.

Mengakhiri sambutannya, Farhan mengajak serikat pekerja, pengusaha, dan masyarakat bersinergi demi menciptakan iklim ketenagakerjaan yang sehat dan berkeadilan.

“Serikat pekerja silakan beri masukan, kami terbuka. Pemerintah tidak boleh alergi terhadap kritik. Transparansi dan kolaborasi adalah kekuatan kita,” tegasnya.

Ia juga menegaskan, segala bentuk tindakan represif terhadap kebebasan berekspresi tidak akan ditoleransi selama masa kepemimpinannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Andri Darusman menjelaskan, hingga saat ini pihaknya telah menjalankan 13 jenis pelatihan kerja yang disambut antusias masyarakat.

Beberapa di antaranya yang paling diminati adalah pelatihan catering, pembuatan kue (pastry), barista, dan pelatihan digital dasar.

“Selain pelatihan, kita juga terus mendorong program padat karya yang menyasar warga kurang mampu yang terdaftar dalam DTKS Dinas Sosial. Mereka diberi pekerjaan selama 10 hari dengan upah Rp175 ribu per hari. Ini sangat membantu, terutama dalam kondisi ekonomi pasca-pandemi,” jelas Andri.

Rencananya, pada 14–15 April mendatang, Disnaker kembali membuka lima titik padat karya untuk pembersihan saluran air.

Program ini tidak diperuntukkan bagi petugas Gober, tetapi difokuskan pada masyarakat yang belum terserap dalam pekerjaan tetap.

Dalam bidang rekrutmen kerja, Disnaker juga aktif menggelar job fair yang kini dilakukan dua kali setahun, sesuai dengan arahan Gubernur Jawa Barat.

Walau frekuensinya dikurangi dari empat menjadi dua kali setahun, antusiasme masyarakat tetap tinggi.

“Setiap kali job fair, ribuan pencari kerja datang. Sebagian besar pengangguran di Bandung adalah lulusan SMA dan SMK, sekitar 40 persen. Maka, kami juga memperluas pelatihan berbasis industri dan program pemagangan,” tambahnya.

Program pemagangan dalam negeri yang dikelola Disnaker kini mendapat dukungan pemerintah pusat, sebanyak 100 peserta magang di sektor perhotelan menerima dukungan dana.

Disnaker juga memperkenalkan program layanan keliling bernama Master atau Mobil Sahabat Ketenagakerjaan.

Berita Terkait

DPRD Kota Bandung sukses menggelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216
HADIR DI TENGAH KRISIS AIR, PERUMDA TIRTAWENING SALURKAN BANTUAN AIR TANGKI
Pansus VI DPRD Kabupaten Bandung Koordinasi ke PDAM Tirtawening Kota Bandung Bahas Raperda Penyertaan Modal
Rizky Mediantoro Resmi Jabat Dirut Perumda Tirtawening Bandung, Fokus Integrasi Keuangan
Wali Kota Instruksikan Manajemen Baru PDAM Tirtawening Konsolidasi Keuangan
DPRD Dukung Penuh Upaya Pemkot Bandung Untuk Mempercepat Penanganan Sampah
Walikota Bandung Muhammad Farhan Gaet Investor Menuju Target Investasi Rp.12 Triliun
Kemeriahan HUT RI ke-81 di DKPP Kota Bandung: Eratkan Silaturahmi dan Semangat Gotong Royong

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Pussenif Gelar Pameran Alutsista di Soreang: Tampilkan Ranpur Modern hingga Kuliner Gratis untuk Warga

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:11 WIB

BPPH Pemuda Pancasila Jawa Barat Gelar Diskusi Panel Sikapi Carut-Marut Penegakan Hukum di Indonesia

Jumat, 25 September 2026 - 17:49 WIB

WAKIL KETUA DPRD JABAR: ANGGARAN TURUN RP8,3 TRILIUN, TAPI PELAYANAN KE RAKYAT TIDAK BOLEH BERKURANG

Jumat, 25 September 2026 - 17:17 WIB

DPRD Kota Bandung sukses menggelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216

Senin, 21 September 2026 - 15:15 WIB

HADIR DI TENGAH KRISIS AIR, PERUMDA TIRTAWENING SALURKAN BANTUAN AIR TANGKI

Kamis, 17 September 2026 - 16:08 WIB

Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPERWI) Gelar Table Top 2026, Dorong Sinergi dan Bangkitkan Industri Pariwisata Nasional

Kamis, 17 September 2026 - 11:00 WIB

Nakhoda Baru di Jalur Krusial: Rekam Jejak AKP Sudirianto Mengawal Lalu Lintas Karawang

Minggu, 6 September 2026 - 22:16 WIB

Menyeberang ke Pulau Mercusuar Santolo: Dari Deru Perahu Hingga Gurihnya Ikan Bakar Lesehan

Berita Terbaru