Lembur Katumburi: Cermin Semangat Warga Merangkai Warna, Cerita dan Harapan

REDAKSI KOTA BANDUNG

- Redaksi

Minggu, 11 Mei 2025 - 10:45 WIB

50267 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, baranewsjabar.com- Bandung tidak pernah kehabisan cara untuk mengejutkan dan menginspirasi. Kali ini, kejutan itu datang dari sebuah sudut sederhana di RW 12 Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong.

Di sinilah masyarakat setempat menyulap kampungnya menjadi Lembur Katumbiri, kawasan wisata tematik berbasis budaya lokal yang diresmikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan pada Selasa 6 Mei 2025.

Bagi warga, peresmian ini bukan hanya seremoni atau acara formal belaka tetapi menjadi momen bersejarah. Buah dari perjalanan panjang penuh kolaborasi dan semangat kolektif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga dari berbagai usia, komunitas lokal dan para seniman turun tangan langsung.

Rumah-rumah dicat ulang dengan total 504 galon cat, melibatkan lebih dari 150 pekerja lapangan. Warna-warna cerah di dinding bukan sekadar estetika, melainkan simbol transformasi dan harapan baru.

“Lembur Katumburi ini, dulunya Kampung Pelangi. Karena catnya sudah pudar, sekarang dicat lagi sama Pemkot Bandung dan namanya diganti. Sekarang sudah berjalan dua minggu,” kata Ketua RT 10, Rasimun.

Menurutnya, di RT 10 ada 135 KK atau 335 jiwa. Sehingga cukup banyak rumah warga yang dihiasi dengan mural tersebut dan selama ini warga pun mendukung karena bisa meningkatkan perekonomian mereka.

“Untuk perekonomian, kami berharap semoga ada peningkatan. Kalau untuk saat ini karena ini masih baru belum kelihatan. Mudah-mudahan nanti ada para pedagang warung dan UMKM yang muncul di sini,” ucapnya.

Nama “Lembur Katumbiri” pun muncul dari usulan warga. Kata “Katumbiri” yang dalam bahasa Sunda berarti pelangi, dipilih bukan hanya karena warna. Tapi karena maknanya yang kultural dan mendalam.

Bagi warga, pelangi adalah simbol keberagaman yang bersatu dalam harmoni sesuatu yang sangat mencerminkan semangat gotong royong mereka selama proses revitalisasi.

Wali Kota Bandung Farhan mengatakan, Lembur Katumbiri adalah bukti pembangunan tak lagi sekadar soal jalan dan bangunan. Tapi juga tentang seni, budaya dan kebersamaan.

Ia menyampaikan apresiasi, atas keterlibatan berbagai pihak dinas pemerintah, seniman dan komunitas lokal yang menjadikan kawasan ini lebih dari sekadar proyek pembangunan.

“Bandung sekarang sedang fokus membangun sektor pariwisata. Dan ini bukan hanya kerja Dinas Pariwisata. DSDABM, bahkan komunitas seniman ikut terlibat. Mural menjadi media narasi yang kuat,” kata Farhan.

Sementara itu, Kepala DSDABM Kota Bandung, Didi Ruswandi menyampaikan, meski revitalisasi sempat terkendala anggaran. Semangat warga tak pernah padam.

“Kita mulai dari luar karena bagian dalam sempat tertunda. Tapi ternyata, hasilnya sudah viral sebelum diresmikan,” kata Didi Ruswandi.

Kini, Lembur Katumbiri tak hanya menyajikan visual mural yang menawan. Kawasan ini telah berkembang menjadi ruang hidup yang menyatu dengan alam dan budaya.

Ada konservasi ikan endemik, urban farming hingga pasar mingguan yang melibatkan pelaku UMKM lokal. Semua ini lahir dari kolaborasi bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung (DKPP).

Dalam waktu dekat, Pemkot Bandung akan meluncurkan program “Bandung Punya Cerita” yang mendorong dokumentasi sejarah lokal, cerita rakyat dan mural sebagai bagian dari wajah baru kota.

Peresmian ditutup dengan doa bersama. Warga, anak-anak dan tamu undangan berjalan menyusuri lorong-lorong kampung menyimak mural yang tak hanya indah, tapi penuh makna.

Di balik setiap gambar, ada narasi tentang alam, sejarah lokal, hingga kritik sosial yang disampaikan dengan seni.

Di tengah hiruk pikuk kota, kampung kecil ini membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari sudut-sudut yang paling sederhana.

Berita Terkait

DPRD Kota Bandung sukses menggelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216
HADIR DI TENGAH KRISIS AIR, PERUMDA TIRTAWENING SALURKAN BANTUAN AIR TANGKI
Pansus VI DPRD Kabupaten Bandung Koordinasi ke PDAM Tirtawening Kota Bandung Bahas Raperda Penyertaan Modal
Rizky Mediantoro Resmi Jabat Dirut Perumda Tirtawening Bandung, Fokus Integrasi Keuangan
Wali Kota Instruksikan Manajemen Baru PDAM Tirtawening Konsolidasi Keuangan
DPRD Dukung Penuh Upaya Pemkot Bandung Untuk Mempercepat Penanganan Sampah
Walikota Bandung Muhammad Farhan Gaet Investor Menuju Target Investasi Rp.12 Triliun
Kemeriahan HUT RI ke-81 di DKPP Kota Bandung: Eratkan Silaturahmi dan Semangat Gotong Royong

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Pussenif Gelar Pameran Alutsista di Soreang: Tampilkan Ranpur Modern hingga Kuliner Gratis untuk Warga

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:11 WIB

BPPH Pemuda Pancasila Jawa Barat Gelar Diskusi Panel Sikapi Carut-Marut Penegakan Hukum di Indonesia

Jumat, 25 September 2026 - 17:49 WIB

WAKIL KETUA DPRD JABAR: ANGGARAN TURUN RP8,3 TRILIUN, TAPI PELAYANAN KE RAKYAT TIDAK BOLEH BERKURANG

Jumat, 25 September 2026 - 17:17 WIB

DPRD Kota Bandung sukses menggelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216

Senin, 21 September 2026 - 15:15 WIB

HADIR DI TENGAH KRISIS AIR, PERUMDA TIRTAWENING SALURKAN BANTUAN AIR TANGKI

Kamis, 17 September 2026 - 16:08 WIB

Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPERWI) Gelar Table Top 2026, Dorong Sinergi dan Bangkitkan Industri Pariwisata Nasional

Kamis, 17 September 2026 - 11:00 WIB

Nakhoda Baru di Jalur Krusial: Rekam Jejak AKP Sudirianto Mengawal Lalu Lintas Karawang

Minggu, 6 September 2026 - 22:16 WIB

Menyeberang ke Pulau Mercusuar Santolo: Dari Deru Perahu Hingga Gurihnya Ikan Bakar Lesehan

Berita Terbaru