Kota Bandung Perkuat Citra Wisata Lewat Kajian dan Kolaborasi, dari Data, Sinergi, hingga Digitalisasi Promosi

REDAKSI KOTA BANDUNG

- Redaksi

Selasa, 7 Oktober 2025 - 11:06 WIB

50141 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, baranewsjabar.com- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandunh terus mengukuhkan komitmennya dalam memperkuat citra Kota Bandung sebagai destinasi wisata unggulan nasional dan internasional.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Citra Pariwisata Kota Bandung Tahun 2025, yang berlangsung di Hotel Savoy Homann, Jalan Asia Afrika Bandung, Selasa, 7 Oktober 2025.

Kegiatan ini dihadiri ratusan peserta dari berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), akademisi, asosiasi pariwisata, pelaku usaha, hingga komunitas penggiat wisata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebanyak 75 peserta hadir secara luring, sementara 102 peserta lainnya mengikuti secara daring.

Acara tersebut menjadi wadah untuk menyampaikan hasil Kajian Citra Pariwisata Kota Bandung Tahun 2025, sekaligus forum kolaboratif lintas sektor dalam mengembangkan strategi penguatan citra dan promosi pariwisata berbasis riset, data, dan partisipasi masyarakat.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa menyampaikan, hasil kajian menunjukkan citra pariwisata Bandung di mata wisatawan masih sangat positif dan kuat. Bandung dinilai memiliki daya tarik khas yang sulit ditandingi, terutama sebagai kota kreatif, kuliner, dan heritage Asia-Afrika.

“Daya tarik utama Bandung tetap terletak pada wisata kuliner, belanja, dan warisan sejarah yang hidup berdampingan dengan kreativitas masyarakatnya. Event-event kreatif tumbuh pesat berkat dukungan warga dan pelaku ekonomi kreatif yang dinamis,” ujar Adi.

Namun, lanjutnya, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu dijawab bersama, seperti kemacetan lalu lintas, kebersihan lingkungan, serta kurangnya promosi digital terpadu yang menjangkau seluruh wilayah kecamatan.

“Rekomendasi utama hasil kajian menekankan pentingnya penguatan promosi berbasis data, pengembangan destinasi tematik di setiap kecamatan, serta peningkatan kolaborasi lintas sektor, termasuk komunitas dan pelaku usaha,” kata Adi.

Ia menilai, keberhasilan pembangunan pariwisata tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah. Semua pihak harus terlibat aktif—mulai dari akademisi, asosiasi, pelaku usaha, hingga masyarakat.

“Kami mengajak semua pihak yang hadir untuk memberikan masukan, agar hasil kajian ini tidak hanya menjadi dokumen di atas kertas, melainkan menjadi acuan nyata dalam membangun citra positif Bandung yang berkelanjutan,” ujarnya.

Kadisbudpar juga menyoroti pentingnya kemitraan strategis dalam membangun ekosistem pariwisata yang tangguh.

Disbudpar Bandung, kata Adi, telah lama bersinergi dengan berbagai organisasi dan asosiasi profesional, seperti ASITA Jawa Barat, PHRI Jawa Barat, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD), HPI, PUTRI, GIPI, ASPPI, AKAR (Asosiasi Kafe dan Restoran), HIPMI, KADIN, serta berbagai komunitas dan penggiat wisata lainnya.

“Kolaborasi adalah kunci keberhasilan. Bandung tidak akan menjadi kota destinasi unggulan tanpa sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat. Semua unsur ini adalah pilar utama penggerak pariwisata Bandung,” tegasnya.

Adi juga berharap sosialisasi ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat branding Bandung sebagai kota wisata yang unggul, terbuka, amanah, maju, dan agamis.

Sebelumnya, dalam laporan kegiatan, Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Kota Bandung, Sekar Pujawidayanti menjelaskan, penyusunan kajian citra pariwisata ini merupakan bagian dari implementasi Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kota Bandung 2024–2026.

“Kajian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi wisatawan terhadap citra pariwisata Bandung, baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Hasilnya akan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan dan kebijakan di bidang pariwisata ke depan,” tutur Sekar.

Ia menambahkan bahwa kajian citra pariwisata juga memetakan potensi wisata di setiap kecamatan di Kota Bandung, sehingga arah pengembangannya dapat lebih merata dan sesuai karakter wilayah.

Lebih lanjut, Sekar menjabarkan lima manfaat utama dari kegiatan sosialisasi tersebut:
1. Memberikan informasi terkini mengenai kondisi kepariwisataan Kota Bandung sebagai dasar kebijakan dan strategi promosi;
2. Meningkatkan pemahaman terhadap potensi dan permasalahan kepariwisataan yang memengaruhi citra kota;
3. Mendorong partisipasi aktif semua pemangku kepentingan;
4. Membangun kepercayaan publik terhadap peran pemerintah sebagai fasilitator pembangunan pariwisata;
5. Menjadi media promosi potensi wisata Bandung secara luas dan berkelanjutan.

Sebagai bentuk keseriusan dalam pengembangan pariwisata berbasis riset, Disbudpar Bandung juga menjalin kerja sama strategis dengan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) NHI Bandung.

Kolaborasi tersebut meliputi penyusunan berbagai kajian strategis, di antaranya Kajian Persepsi Wisatawan terhadap Kawasan Heritage Kota Bandung dan Kajian Pariwisata Ramah Muslim.

“Hasil dari berbagai kajian ini menjadi landasan penting dalam penyusunan kebijakan serta pengembangan program promosi dan peningkatan citra pariwisata Kota Bandung secara berkelanjutan,” jelas Sekar.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para narasumber, moderator, dan mitra kerja yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

“Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan pelaku pariwisata,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Pemkot Bandung berharap seluruh pihak dapat bersinergi untuk menjaga dan memperkuat citra Bandung sebagai kota wisata unggulan yang berdaya saing global.

Kota Bandung diharapkan terus berkembang bukan hanya sebagai kota tujuan wisata, tetapi juga pusat kreativitas, kebudayaan, dan inovasi ekonomi kreatif yang mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus sosial bagi warganya.

Berita Terkait

DPRD Kota Bandung sukses menggelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216
HADIR DI TENGAH KRISIS AIR, PERUMDA TIRTAWENING SALURKAN BANTUAN AIR TANGKI
Pansus VI DPRD Kabupaten Bandung Koordinasi ke PDAM Tirtawening Kota Bandung Bahas Raperda Penyertaan Modal
Rizky Mediantoro Resmi Jabat Dirut Perumda Tirtawening Bandung, Fokus Integrasi Keuangan
Wali Kota Instruksikan Manajemen Baru PDAM Tirtawening Konsolidasi Keuangan
DPRD Dukung Penuh Upaya Pemkot Bandung Untuk Mempercepat Penanganan Sampah
Walikota Bandung Muhammad Farhan Gaet Investor Menuju Target Investasi Rp.12 Triliun
Kemeriahan HUT RI ke-81 di DKPP Kota Bandung: Eratkan Silaturahmi dan Semangat Gotong Royong

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Pussenif Gelar Pameran Alutsista di Soreang: Tampilkan Ranpur Modern hingga Kuliner Gratis untuk Warga

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:11 WIB

BPPH Pemuda Pancasila Jawa Barat Gelar Diskusi Panel Sikapi Carut-Marut Penegakan Hukum di Indonesia

Jumat, 25 September 2026 - 17:49 WIB

WAKIL KETUA DPRD JABAR: ANGGARAN TURUN RP8,3 TRILIUN, TAPI PELAYANAN KE RAKYAT TIDAK BOLEH BERKURANG

Jumat, 25 September 2026 - 17:17 WIB

DPRD Kota Bandung sukses menggelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216

Senin, 21 September 2026 - 15:15 WIB

HADIR DI TENGAH KRISIS AIR, PERUMDA TIRTAWENING SALURKAN BANTUAN AIR TANGKI

Kamis, 17 September 2026 - 16:08 WIB

Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPERWI) Gelar Table Top 2026, Dorong Sinergi dan Bangkitkan Industri Pariwisata Nasional

Kamis, 17 September 2026 - 11:00 WIB

Nakhoda Baru di Jalur Krusial: Rekam Jejak AKP Sudirianto Mengawal Lalu Lintas Karawang

Minggu, 6 September 2026 - 22:16 WIB

Menyeberang ke Pulau Mercusuar Santolo: Dari Deru Perahu Hingga Gurihnya Ikan Bakar Lesehan

Berita Terbaru