BANDUNG, baranewsjabar online – Menanggapi aspirasi dan keluhan warga kawasan perumahan Summarecon Bandung terkait polusi udara akibat pembakaran jerami sisa panen oleh petani lokal, pihak manajemen Summarecon langsung mengambil langkah cepat. Bertempat di Aula kantor kecamatan 20 Oktober 2026, manajemen menggelar rapat koordinasi lintas sektoral bersama Camat Gedebage dan perwakilan Kecamatan Gedebage, Polsek Gedebage Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat), Kelompok Tani, dan beberapa Kelurahan yang hadir Cisaranten Kidul(CisantrenKidul),Rancabolang,Cimincrang (Cimenerang),Rancanumpang.Serta para ahli dan akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
Langkah kolaboratif ini diambil menyusul laporan warga yang merasa terganggu oleh kepulan asap pekat dan bau tajam dari pembakaran jerami di lahan sekitar kawasan. Pertemuan ini tidak hanya berfokus pada penyelesaian jangka pendek berupa penghentian pembakaran terbuka, tetapi juga merumuskan solusi inovatif jangka panjang yang produktif dan ramah lingkungan.
Koordinasi Lintas Sektor: Solusi Win-Win bagi Petani dan Warga
Camat Gedebage H. Latief, S.IP., M.Si.
dan Lurah Cimencrang,Rancabolang yang hadir dalam koordinasi tersebut menegaskan pentingnya pendekatan persuasif kepada para petani agar tidak lagi membakar jerami. Di sisi lain, mata pencaharian dan kebiasaan petani harus tetap didukung dengan alur pengelolaan limbah pertanian yang lebih bernilai ekonomis,ucap nya.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan ahli dari ITB memaparkan sejumlah opsi teknologi tepat guna untuk mengolah jerami padi tanpa harus dibakar, antara lain:
1.Pembuatan Kompos Organik Cepat: Menggunakan aktivator biologis (dekomposer) untuk mempercepat pembusukan jerami menjadi pupuk kompos yang siap pakai bagi lahan pertanian sekitar.
2. Pemberian Pakan Ternak Fermentasi (Silase):Mengolah jerami menjadi pakan ternak bernutrisi tinggi melalui metode fermentasi.
3. Briket Biomassa: Memanfaatkan limbah jerami yang dicampur dengan material organik lain sebagai bahan bakar alternatif pengganti kayu atau gas.
4. Sebagai bahan baku kerajinan.
Berdasarkan kajian awal dan komitmen bersama yang dirumuskan dalam koordinasi tersebut, inovasi pengolahan jerami ini dinilai sangat efektif karena memberikan manfaat menyeluruh (win-win solution):
Bagi Warga Summarecon & Sekitar: Kualitas udara kembali bersih, polusi asap hilang, dan kesehatan pernapasan warga terlindungi dari dampak buruk asap pembakaran.
Bagi Petani: Jerami tidak lagi sekadar dibuang atau dibakar, melainkan diolah menjadi produk bernilai tambah seperti pupuk kompos atau pakan ternak yang dapat menekan biaya operasional pertanian.
Bagi Pemerintah & Lingkungan: Mengurangi emisi gas rumah kaca, mencegah risiko kebakaran liar, serta menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan di wilayah Bandung Timur.
Pihak Summarecon bersama Kecamatan Gedebage, Kelurahan Cimencrang, Kelurahan Rancabolang dan ITB sepakat untuk segera merealisasikan program percontohan (pilot project) pengolahan jerami ini dalam waktu dekat, disertai dengan sosialisasi langsung kepada kelompok tani setempat, terang nya.( Imas )










































