Yoel Yosaphat: Teknologi AI Harus Efektif dan Efisien Atasi Kemacetan Bandung

REDAKSI KOTA BANDUNG

- Redaksi

Selasa, 4 November 2025 - 20:16 WIB

5068 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Yoel Yosaphat.

BANDUNG, baranewsjabar.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai menerapkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) pada sistem pengaturan lalu lintas di Kota Bandung. Saat ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung dengan pihak ketiga tengah melakukan uji coba pada traffic light di Jalan Pasteur.

Hal ini pun disambut baik Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung Yoel Yosaphat, S.T. Menurutnya, langkah Pemkot Bandung dalam menerapkan Al pada pengaturan lalu lintas di Kota Bandung sudah sangat baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tinggal memastikan teknologi AI yang digunakannya seperti apa, kita juga tidak diberitahu nih. Berarti nanti ada sistem apakah menggunakan AI yang sudah ada atau pesan khusus,” ungkapnya.

Yoel mengaku sempat menanyakan informasi ini saat rapat kerja Komisi III DPRD Kota Bandung dengan Dishub Kota Bandung. Namun, ia pun belum mendapatkan informasi lanjutan hanya sebatas uji coba penerapan AI pada lampu lalu lintas. “Kita belum tahu pakai AI-nya bikinan mana, AI-nya seperti apa,” ujarnya.

Diharapkan, penggunaan teknologi AI ini bisa berdampak pada penguraian kemacetan. Tentunya, pemantauan secara berkala harus dilakukan agar diketahui tahapan-tahapan dari pengurangan kemacetan di titik uji coba, sehingga nantinya bisa diterapkan di titik lain.

“Ke depannya kita bisa melihat berkurangnya kemacetan ini seperi apa, menurut saya harus terus dipantau di titik uji coba ini,” ungkapnya.

Disinggung soal biaya teknologi AI yang diterapkan hampir mencapai Rp2 miliar, Yoel mengaku bila memesan secara khusus anggarannya memang cukup mahal. Namun bila menggunakan AI yang sudah ada dan langganan, maka anggaran bisa lebih murah.

“Lebih baik biayanya enggak mahal-mahal. Kalau pesanan khusus memang mahal. Kalau pakai AI sudah ada, sudah umum dan langganan dan lain-lain mungkin lebih murah. Tapi apakah hal ini bisa dipakai karena kan kita juga ingin yang ekonomis tapi hasilnya engak jelek,” ungkapnya.

Penerapan teknologi AI ini harus bisa menjadi solusi dalam pengurangan kemacetan, sehingga bisa diterapkan secara menyeluruh. Untuk pengadaannya, anggaran bisa dialokasi dari APBD atau juga menggaet pihak ketiga.

“Yang penring masalah kemacetan di Kota Bandung bisa selesai,” pungkasnya.

Berita Terkait

71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia
Lebih Mudah, Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Cukup STNK Tanpa KTP Pemilik Pertama*
*Chandra Gautama Jembatani Tradisi lewat Aing Kabayan*
Penyampaian LKPJ 2025, Farhan Paparkan Capaian Pembangunan Daerah
Asep Robin: Legalitas Cagar Budaya Cikadut Harus Kuat  
Berburu Lailatul Qadar, Ini Rekomendasi Masjid untuk Iktikaf di Kota Bandung
PENANGANAN KASUS KERACUNAN MBG
Mantan Karyawan PT RPG,TBK minta Hak Gaji di bayar perusahaan.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 14:10 WIB

71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia

Senin, 6 April 2026 - 02:55 WIB

Lebih Mudah, Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Cukup STNK Tanpa KTP Pemilik Pertama*

Sabtu, 4 April 2026 - 19:29 WIB

*Chandra Gautama Jembatani Tradisi lewat Aing Kabayan*

Rabu, 1 April 2026 - 14:50 WIB

Penyampaian LKPJ 2025, Farhan Paparkan Capaian Pembangunan Daerah

Minggu, 8 Maret 2026 - 17:09 WIB

Berburu Lailatul Qadar, Ini Rekomendasi Masjid untuk Iktikaf di Kota Bandung

Jumat, 27 Februari 2026 - 17:14 WIB

PENANGANAN KASUS KERACUNAN MBG

Selasa, 17 Februari 2026 - 17:35 WIB

Mantan Karyawan PT RPG,TBK minta Hak Gaji di bayar perusahaan.

Jumat, 6 Februari 2026 - 15:35 WIB

Bandung Jadi Pusat Inovasi dan Kolaborasi di IFBEX 2026

Berita Terbaru

Daerah

Budaya Bukan Cuma Seremoni: Pesan KAA dari Savoy Homan

Minggu, 19 Apr 2026 - 16:10 WIB

Bandung

*Chandra Gautama Jembatani Tradisi lewat Aing Kabayan*

Sabtu, 4 Apr 2026 - 19:29 WIB