Menuju UHC 100 Persen, Bandung Tertibkan Kepatuhan JKN Badan Usaha

REDAKSI KOTA BANDUNG

- Redaksi

Senin, 27 Oktober 2025 - 11:37 WIB

5092 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, baranewsjabar.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama BPJS Kesehatan terus mendorong kepatuhan badan usaha terhadap Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Bandung, Erwin saat kegiatan Kunjungan Edukasi dan Sosialisasi Kepatuhan Badan Usaha di PT Bisma Estetika Indonesia, Jalan Dahlia, Kelurahan Merdeka, Senin 27 Oktober 2025.

Erwin menyebut, langkah ini sekaligus untuk memastikan target Universal Health Coverage (UHC) 100 persen di Kota Bandung pada 2025 benar-benar tercapai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ini status UHC Bandung telah berada pada level Praja, namun masih ditemukan perusahaan yang hanya mendaftarkan sebagian pekerjanya.

“Alhamdulillah, setelah berdiskusi dengan pihak perusahaan, mereka siap mendaftarkan seluruh pegawai ke JKN. Ini bukan hanya soal kewajiban, tapi perlindungan terhadap hak pekerja,” ujar Erwin.

Ia menuturkan, pemerintah tidak ingin ada perusahaan yang menyeleksi pekerja hanya saat membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Kami menemukan kasus perusahaan yang hanya mendaftarkan 20 dari 100 pekerja. Ke depan, praktik seperti ini harus dihentikan. Kalau masih bandel, sanksinya ada, bahkan sampai pencabutan izin. Tapi tentu kami mengedepankan pembinaan,” ungkapnya.

Selain mendorong kepatuhan JKN, Erwin juga meminta badan usaha membantu penyerapan tenaga kerja asli Kota Bandung.

“Tolong prioritaskan pekerja asal Kota Bandung. Tingkat pengangguran kita masih 7,4 persen dan targetnya turun menjadi 6,4 persen. Mari bantu pemerintah,” tuturnya.

Di akhir kunjungan, Erwin kembali mengimbau seluruh pelaku usaha di Kota Bandung agar segera memenuhi kewajiban tanpa menunggu teguran.

“Sebelum kami datang, daftarkan seluruh pegawai ke JKN. Ini ibadah, ini perlindungan bagi pekerja, dan ini kewajiban hukum. Kalau kita tegak lurus, keberkahan usahanya ikut bertambah,” ujar Erwin.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bandung, Greisthy E.L. Borotoding, mengungkapkan bahwa PT Bisma Estetika Indonesia menjadi contoh perusahaan yang belum sepenuhnya patuh.

Dari total 100 pekerja, perusahaan baru mendaftarkan 20 orang, sementara 80 pekerja lainnya masih belum dialihkan sebagai peserta PPU (Pekerja Penerima Upah), meski status mereka adalah pekerja tetap.

“Pembinaan persuasif sudah dilakukan berulang sejak 2023 hingga pemeriksaan tahun 2024. Bahkan sudah ada teguran tertulis pertama, kedua, hingga denda administratif sesuai PP 86 Tahun 2013. Namun 80 karyawan belum didaftarkan,” ungkapnya.

Greisthy juga membeberkan, sebagian pekerja justru terdaftar sebagai penerima bantuan iuran (PBI, APBD, UHC). Padahal, status tersebut tidak diperkenankan untuk pekerja dengan penghasilan tetap.

Menurutnya, manfaat JKN terlalu besar untuk diabaikan, termasuk perlindungan saat sakit maupun keadaan darurat.

BPJS Kesehatan mencatat, berdasarkan pendataan lintas instansi, terdapat sekitar 8.000 badan usaha di Kota Bandung, tetapi baru sekitar 7.000 yang terdaftar sebagai peserta JKN, dan sekitar 500 badan usaha masih belum patuh, baik belum mendaftarkan sama sekali maupun hanya mendaftarkan sebagian pekerja.

Di tempat yang sama, Perwakilan perusahaan, Zaki menyatakan, kesiapan perusahaan untuk memenuhi kewajiban.

“Dalam waktu dekat kami akan proses pendaftaran seluruh karyawan. Ini menjadi evaluasi bagi kami agar perlindungan tenaga kerja berjalan baik,” ucapnya.

Berita Terkait

DPRD Kota Bandung sukses menggelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216
HADIR DI TENGAH KRISIS AIR, PERUMDA TIRTAWENING SALURKAN BANTUAN AIR TANGKI
Pansus VI DPRD Kabupaten Bandung Koordinasi ke PDAM Tirtawening Kota Bandung Bahas Raperda Penyertaan Modal
Rizky Mediantoro Resmi Jabat Dirut Perumda Tirtawening Bandung, Fokus Integrasi Keuangan
Wali Kota Instruksikan Manajemen Baru PDAM Tirtawening Konsolidasi Keuangan
DPRD Dukung Penuh Upaya Pemkot Bandung Untuk Mempercepat Penanganan Sampah
Walikota Bandung Muhammad Farhan Gaet Investor Menuju Target Investasi Rp.12 Triliun
Kemeriahan HUT RI ke-81 di DKPP Kota Bandung: Eratkan Silaturahmi dan Semangat Gotong Royong

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Pussenif Gelar Pameran Alutsista di Soreang: Tampilkan Ranpur Modern hingga Kuliner Gratis untuk Warga

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:11 WIB

BPPH Pemuda Pancasila Jawa Barat Gelar Diskusi Panel Sikapi Carut-Marut Penegakan Hukum di Indonesia

Jumat, 25 September 2026 - 17:49 WIB

WAKIL KETUA DPRD JABAR: ANGGARAN TURUN RP8,3 TRILIUN, TAPI PELAYANAN KE RAKYAT TIDAK BOLEH BERKURANG

Jumat, 25 September 2026 - 17:17 WIB

DPRD Kota Bandung sukses menggelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216

Senin, 21 September 2026 - 15:15 WIB

HADIR DI TENGAH KRISIS AIR, PERUMDA TIRTAWENING SALURKAN BANTUAN AIR TANGKI

Kamis, 17 September 2026 - 16:08 WIB

Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPERWI) Gelar Table Top 2026, Dorong Sinergi dan Bangkitkan Industri Pariwisata Nasional

Kamis, 17 September 2026 - 11:00 WIB

Nakhoda Baru di Jalur Krusial: Rekam Jejak AKP Sudirianto Mengawal Lalu Lintas Karawang

Minggu, 6 September 2026 - 22:16 WIB

Menyeberang ke Pulau Mercusuar Santolo: Dari Deru Perahu Hingga Gurihnya Ikan Bakar Lesehan

Berita Terbaru