Edwin Senjaya: 4 Konsensus Kebangsaan Jadi Perekat Bangsa di Tengah Tantangan Global

REDAKSI KOTA BANDUNG

- Redaksi

Rabu, 5 November 2025 - 20:22 WIB

5078 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Edwin Senjaya Gelorakan 4 Konsensus Kebangsaan pada Siswa-Siswa SMA Kota Bandung. pikiranrakyat

BANDUNG, baranewsjabar.com- Pimpinan DPRD Kota Bandung Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M., memaparkan kekuatan NKRI dalam situasi geopolitik dunia ke hadapan para pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) tingkat SMA Kota Bandung.

Topik Indonesia di tengah geopolitik global itu menjadi bagian dari isi presentasi “Implementasi Nilai-Nilai Kebangsaan Bagi Generasi Muda Untuk Mewujudkan Indonesia 2045”, saat dirinya menjadi narasumber Diseminasi 4 Konsensus Kebangsaan yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung, di Hotel Preanger, Bandung, belum lama ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara bertema “Merawat Jati Diri Bangsa: Relevansi Nilai-Nilai Kebangsaan untuk Masa Kini dan Masa Depan bagi Generasi Muda Kota Bandung” ini juga menghadirkan narasumber Laksamana Muda TNI (Purn.) Edi Sucipto, S.E., M.M.Tr. Opsla., dan Maheswara Utama BPIP RI Dr. Ida Rohayani, M.Pd.

Kepada para siswa, Edwin menggambarkan Indonesia yang memiliki luas wilayah yang besar, dengan populasi penduduk yang menduduki urutan keempat terbanyak dunia. Keunggulan itu semua bisa menjadi kekayaan dan potensi yang bisa diunggulkan, tetapi bisa menjadi potensi perpecahan yang sangat besar.

Dalam upaya menuju pemanfaatan kekayaan demografi dan sumber daya alam itu, Edwin menekankan bahwa dibutuhkan alat perekat, pemersatu, serta satu falsafah yang sama, satu cara pandang yang sama yaitu 4 Konsensus Kebangsaan.

4 Konsensus Kebangsaan ini meliputi Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara, serta Bineka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa.

Ia menjelaskan, 4 Konsensus Kebangsaan ini selaras dengan tujuan dibentuknya negara Indonesia, dan tercantum di dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945.

“Maka disusunlah UUD 1945 yang terbentuk dalam NKRI, yang berlandaskan Pancasila. Empat Konsensus Kebangsaan inilah yang harus dipahami dan diterapkan sebagai pemersatu, perekat, pengikat, untuk mencegah terjadinya disintegrasi, perpecahan, dan penguasaan oleh kepentingan asing,” ujarnya.

Penguatan Generasi

Sebagai pimpinan DPRD Kota Bandung, Edwin juga menekankan pentingnya mengimplementasikan 4 Konsensus Kebangsaan dalam profesinya sebagai legislator. Nilai-nilai ini diterapkan dalam tiga fungsi dewan yakni anggaran, legislasi, dan pengawasan.

Ia berpesan kepada anak muda agar setiap langkah dan aktivitas dipayungi nilai-nilai kebangsaan.

Sebab, generasi muda saat ini akan memangku tanggung jawab besar bagi Indonesia di masa mendatang. Perubahan dari dalam diri setiap insan muda bangsa Indonesia harus segera dimulai. Bonus demografi dan sumber daya yang ada di Indonesia ini tidak akan membentuk negara yang maju dan sejahtera bila berkaca pada hasil riset terakhir. Saat ini, generasi muda tercatat sebagai generasi yang malas bergerak. Belum lagi dengan hasil riset terkait tingkat literasi yang rendah karena malas membaca.

“Lalu bagaimana kita mau menjadi bangsa yang hebat, kalau kita malas membaca? Semoga generasi kita ke depan makin kuat dan cerdas. Jangan lakukan sesuatu hal yang tidak bermanfaat dan merugikan diri sendiri apalagi merugikan orang lain, karena kita menghadapi masalah AI, pinjol, judol, dll. Lakukan banyak hal yang baik dan bermanfaat baik bagi diri sendiri apalagi bagi orang lain, tingkatkan minat membaca, dan rutin berolahraga,” ucap Edwin.

Kegiatan diseminasi ini memiliki makna yang sangat relevan dalam konteks kekinian, dengan merawat jati diri bangsa di tengah arus globalisasi.

Nilai kebangsaan yang tertuang dalam 4 Konsensus Kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bineka Tunggal Ika bukanlah sekadar bahan hapalan, tetapi pilar yang menjaga keutuhan dan keberagaman kita. ***

Berita Terkait

Lebih Mudah, Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Cukup STNK Tanpa KTP Pemilik Pertama*
*Chandra Gautama Jembatani Tradisi lewat Aing Kabayan*
Penyampaian LKPJ 2025, Farhan Paparkan Capaian Pembangunan Daerah
Asep Robin: Legalitas Cagar Budaya Cikadut Harus Kuat  
Berburu Lailatul Qadar, Ini Rekomendasi Masjid untuk Iktikaf di Kota Bandung
PENANGANAN KASUS KERACUNAN MBG
Mantan Karyawan PT RPG,TBK minta Hak Gaji di bayar perusahaan.
Bandung Jadi Pusat Inovasi dan Kolaborasi di IFBEX 2026

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:57 WIB

Safari Ramadhan di Karawang, DPP ABPEDNAS Perkuat Konsolidasi BPD se-Kabupaten

Kamis, 25 Desember 2025 - 16:55 WIB

Lapas Kelas IIA Cikarang Berikan Remisi Khusus Natal 2025 kepada 41 Warga Binaan

Kamis, 25 Desember 2025 - 16:51 WIB

Polsek Cikarang Timur Dirikan Pos Pelayanan Nataru 2025 di Sejumlah Objek Wisata

Rabu, 24 Desember 2025 - 11:43 WIB

Polri Hadir Berbuat Bermanfaat, Polsek Cikarang Timur Laksanakan Yanmas Pagi dan Gatur Lalin di Sejumlah Titik Rawan

Rabu, 24 Desember 2025 - 00:33 WIB

Ratusan Ojol Daftar BPJS Ketenagakerjaan di Balai Kota Depok

Rabu, 24 Desember 2025 - 00:15 WIB

Kapolsek Sekayam AKP Sutikno Akui 3 Anggotanya Terlibat PETI di Malenggang, 1 Diusulkan Dimutasi

Selasa, 23 Desember 2025 - 23:12 WIB

Unit Samapta Polsek Cikarang Timur Intensifkan Patroli Kewilayahan Jelang Libur Natal dan Tahun Baru

Senin, 22 Desember 2025 - 23:37 WIB

Pasca Mutasi Kaplores Metro Bekasi, JPDN dan GBR Kawal Tuntas Kasus Pengeroyokan Yang Melibatkan Anggota DPRD

Berita Terbaru

Bandung

*Chandra Gautama Jembatani Tradisi lewat Aing Kabayan*

Sabtu, 4 Apr 2026 - 19:29 WIB

Bandung

Asep Robin: Legalitas Cagar Budaya Cikadut Harus Kuat  

Senin, 30 Mar 2026 - 23:39 WIB