PERAYAAN AWAL TAHUN 1 Suklapaksa KARTIKA 1963 Çaka Sunda

REDAKSI BANDUNG

- Redaksi

Senin, 25 Mei 2026 - 19:23 WIB

50160 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung – Baranewsjabar.com – Dalam semangat merawat warisan pengetahuan Nusantara serta meneguhkan kembali kesadaran budaya Sunda di tengah perubahan zaman, dalam Acara
PERAYAAN Awal Tahun 1 Suklapaksa KARTIKA 1963 Çaka Sunda
dihadiri para Tokoh Sunda :Teh Mira, bah enjum,kg Damanik, bah.Rahmat Basudewa dan tokoh lainnya, bertempat di
Batavia Cafe Savoy Homann Hotel
Jl. Asia-Afrika 112 Kota Bandung

Menurut teh Mira, Momentum ini merupakan ruang musyawarah luhur dan refleksi budaya untuk:
membaca arah perubahan zaman,
memahami makna pergantian siklus waktu Sunda,
serta menyelaraskan kembali hubungan manusia dengan diri, masyarakat, alam, dan semesta yaitu :

“SEJARAH BERI MAKNA”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jaman robah
Lalakon ganti ku tata anyar
Luyu kana waktu
Manjing kana wanci

MAKNA FILOSOFIS
Pergantian menuju Tahun *Hurang Tembey*
dan
*Windu Kuntara* dimaknai sebagai: perjalanan kesadaran menuju harmoni baru.

Hurang Tembey merepresentasikan kepekaan,
keterhubungan,
kebersamaan,
dan kesadaran sosial.

Sementara Windu Kuntara mengandung makna:
keteguhan,
keluasan pandangan,
dan keseimbangan dalam menghadapi perubahan zaman.

Dalam kosmologi Sunda: penetapan awal tahun bukan sekadar menentukan hitungan waktu, melainkan meneguhkan arah kesadaran hidup manusia.

Membaca Waktu, Menyelaraskan Kesadaran
” Bahwa manusia tidak hanya hidup di dalam waktu, tetapi juga dibentuk oleh cara memahami dan memberi makna terhadap perjalanan waktunya.”

Beberapa rangkaian Acara nya,Ritual Penetapan Awal Tahun Caka Sunda
Sawala Budaya & Kosmologi Sunda
Orasi Ilmiah dan Refleksi Kesadaran
Simbol Paraketan & Tumpeng Pajajaran
Hening Bersama Menyongsong Tata Waktu Baru
Doa Harmoni dan Peneguhan Kesadaran Kolektif
Performance Tarawangsa

Zaman berubah.
Lalakon berganti dengan tata baru.
Namun manusia Sunda diajarkan untuk tetap:
– membaca waktu,
– menjaga harmoni,
– dan memasuki momentum kehidupan dengan kesadaran.

Karena sejarah bukan hanya tentang masa lalu, tetapi tentang bagaimana manusia memberi makna pada perjalanan waktunya sendiri. Ungkapnya. *( Imas )

Berita Terkait

Pussenif Gelar Pameran Alutsista di Soreang: Tampilkan Ranpur Modern hingga Kuliner Gratis untuk Warga
BPPH Pemuda Pancasila Jawa Barat Gelar Diskusi Panel Sikapi Carut-Marut Penegakan Hukum di Indonesia
WAKIL KETUA DPRD JABAR: ANGGARAN TURUN RP8,3 TRILIUN, TAPI PELAYANAN KE RAKYAT TIDAK BOLEH BERKURANG
DPRD Kota Bandung sukses menggelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216
HADIR DI TENGAH KRISIS AIR, PERUMDA TIRTAWENING SALURKAN BANTUAN AIR TANGKI
Pansus VI DPRD Kabupaten Bandung Koordinasi ke PDAM Tirtawening Kota Bandung Bahas Raperda Penyertaan Modal
Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPERWI) Gelar Table Top 2026, Dorong Sinergi dan Bangkitkan Industri Pariwisata Nasional
Nakhoda Baru di Jalur Krusial: Rekam Jejak AKP Sudirianto Mengawal Lalu Lintas Karawang

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Pussenif Gelar Pameran Alutsista di Soreang: Tampilkan Ranpur Modern hingga Kuliner Gratis untuk Warga

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:11 WIB

BPPH Pemuda Pancasila Jawa Barat Gelar Diskusi Panel Sikapi Carut-Marut Penegakan Hukum di Indonesia

Jumat, 25 September 2026 - 17:49 WIB

WAKIL KETUA DPRD JABAR: ANGGARAN TURUN RP8,3 TRILIUN, TAPI PELAYANAN KE RAKYAT TIDAK BOLEH BERKURANG

Jumat, 25 September 2026 - 17:17 WIB

DPRD Kota Bandung sukses menggelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216

Senin, 21 September 2026 - 15:15 WIB

HADIR DI TENGAH KRISIS AIR, PERUMDA TIRTAWENING SALURKAN BANTUAN AIR TANGKI

Kamis, 17 September 2026 - 16:08 WIB

Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPERWI) Gelar Table Top 2026, Dorong Sinergi dan Bangkitkan Industri Pariwisata Nasional

Kamis, 17 September 2026 - 11:00 WIB

Nakhoda Baru di Jalur Krusial: Rekam Jejak AKP Sudirianto Mengawal Lalu Lintas Karawang

Minggu, 6 September 2026 - 22:16 WIB

Menyeberang ke Pulau Mercusuar Santolo: Dari Deru Perahu Hingga Gurihnya Ikan Bakar Lesehan

Berita Terbaru