Membaca waktu menjaga Harmoni kehidupan dengan kesadaran Tentang Sejarah kalender Sunda

REDAKSI BANDUNG

- Redaksi

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:10 WIB

5076 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menggali Filosofi, Sejarah, dan Relevansi Budaya Sunda di Era Modern Membaca Waktu, Menjaga Harmoni Kehidupan: Miranda H. Wihardja Ungkap Filosofi Kalender Sunda dan Relevansinya di Era Modern Tornado, Sapi Qurban Berbobot Lebih dari 1,2 Ton Milik Irfan Hakim Jadi Perhatian Warga di Masjid Al Jihad Bandung Penghargaan Kadeudeuh Atlet Kota Bandung 2026 Digelar Meriah, Bentuk Apresiasi bagi Atlet Berprestasi Merasa Dirugikan dalam Transaksi Mobil, Rere Tempuh Jalur Hukum dan Minta Pendampingan Kuasa Hukum
Beranda

Bandung, Baranewsjabar.com – Pelestarian budaya lokal tidak hanya sebatas menjaga tradisi dan kesenian, tetapi juga merawat pengetahuan leluhur yang mengandung nilai-nilai kehidupan. Hal tersebut disampaikan oleh Miranda H. Wihardja, Dewan Pembina Pendiri Yayasan BEST DAYA (Bengkel Studi Budaya) sekaligus pengelola Sistem Penggalan Tradisional Kalender Sunda, dalam wawancara terkait kegiatan Ritual Pengetahuan Cerdas Berbudaya Tumpek Wage Kartika 1963 Hurang Tembey.
Bertempat di Savoy Homann Sabtu 30
Mei 2026.

Menurut Miranda, Kalender Sunda merupakan warisan intelektual masyarakat Sunda yang telah digunakan sejak masa kerajaan-kerajaan Sunda sebagai pedoman dalam membaca waktu, menentukan aktivitas sosial, pertanian, hingga menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan alam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalender Sunda bukan sekadar alat penanggalan, melainkan sistem pengetahuan yang mengajarkan manusia memahami siklus kehidupan, mengenali perubahan alam, serta menempatkan diri secara harmonis di tengah semesta,” ujar Miranda.

Ia menjelaskan bahwa tahun 1963 Caka Sunda yang saat ini digunakan merupakan bagian dari sistem perhitungan waktu yang diwariskan secara turun-temurun dan memiliki landasan filosofis yang kuat dalam kebudayaan Sunda.

Terkait nama tahun Hurang Tembey, Miranda menerangkan bahwa setiap pergantian tahun dalam Kalender Sunda memiliki simbol dan makna tertentu sebagai refleksi perjalanan kehidupan manusia dan masyarakat.

“Penamaan tahun bukan sekadar identitas waktu, tetapi mengandung pesan moral dan nilai-nilai yang dapat dijadikan bahan introspeksi serta pedoman dalam menjalani kehidupan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Miranda juga mengulas makna tema kegiatan ‘Membaca Waktu Menjaga Harmoni Kehidupan dengan Kesadaran’. Menurutnya, masyarakat modern sering kali terjebak dalam kecepatan perubahan zaman hingga melupakan pentingnya kesadaran terhadap waktu dan lingkungan sekitar.

“Membaca waktu dalam filosofi Sunda bukan hanya mengetahui tanggal dan hari, tetapi memahami momentum kehidupan, mengenali tanda-tanda alam, serta mengambil keputusan dengan penuh kebijaksanaan,” katanya.

Tema besar ‘Dari Taun Sato Menuju Taun Manusa’ juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas kesadaran diri.

“Taun Sato melambangkan dominasi naluri, sedangkan Taun Manusa mengajarkan peningkatan kesadaran, akal budi, tanggung jawab sosial, dan kemanusiaan. Ini adalah perjalanan menuju kehidupan yang lebih beradab dan seimbang,” ungkap Miranda.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa leluhur Sunda sejak dahulu memanfaatkan kalender sebagai pedoman dalam bercocok tanam, menjaga lingkungan, mengatur kehidupan sosial, hingga menentukan berbagai momentum penting dalam kehidupan masyarakat.

“Hubungan manusia dengan alam dalam pandangan Sunda bersifat saling menjaga. Alam bukan objek yang dieksploitasi, tetapi mitra kehidupan yang harus dihormati dan dirawat bersama,” tuturnya.

Melalui kegiatan Ritual Pengetahuan Cerdas Berbudaya Tumpek Wage Kartika 1963 Hurang Tembey, Miranda berharap masyarakat semakin mengenal dan memahami nilai-nilai budaya Sunda yang sarat dengan kebijaksanaan lokal.

“Pelestarian budaya bukan berarti kembali ke masa lalu, melainkan mengambil nilai-nilai luhur yang masih relevan untuk menjawab tantangan masa kini dan masa depan,” katanya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk aktif mempelajari budaya daerahnya sebagai bagian dari identitas bangsa.

“Jika generasi muda mengenal akar budayanya, maka mereka akan memiliki fondasi yang kuat dalam menghadapi perkembangan zaman. Kalender Sunda adalah salah satu warisan pengetahuan yang patut dipelajari dan dilestarikan bersama,” pungkas Miranda H. Wihardja.
Kegiatan Ritual Pengetahuan Cerdas Berbudaya Tumpek Wage Kartika 1963 Hurang Tembey diharapkan menjadi ruang edukasi budaya yang mampu memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga harmoni antara manusia, alam, waktu, dan kehidupan.ungkap nya.*(Imas)

Berita Terkait

Pussenif Gelar Pameran Alutsista di Soreang: Tampilkan Ranpur Modern hingga Kuliner Gratis untuk Warga
BPPH Pemuda Pancasila Jawa Barat Gelar Diskusi Panel Sikapi Carut-Marut Penegakan Hukum di Indonesia
WAKIL KETUA DPRD JABAR: ANGGARAN TURUN RP8,3 TRILIUN, TAPI PELAYANAN KE RAKYAT TIDAK BOLEH BERKURANG
DPRD Kota Bandung sukses menggelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216
HADIR DI TENGAH KRISIS AIR, PERUMDA TIRTAWENING SALURKAN BANTUAN AIR TANGKI
Pansus VI DPRD Kabupaten Bandung Koordinasi ke PDAM Tirtawening Kota Bandung Bahas Raperda Penyertaan Modal
Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPERWI) Gelar Table Top 2026, Dorong Sinergi dan Bangkitkan Industri Pariwisata Nasional
Nakhoda Baru di Jalur Krusial: Rekam Jejak AKP Sudirianto Mengawal Lalu Lintas Karawang

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Pussenif Gelar Pameran Alutsista di Soreang: Tampilkan Ranpur Modern hingga Kuliner Gratis untuk Warga

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:11 WIB

BPPH Pemuda Pancasila Jawa Barat Gelar Diskusi Panel Sikapi Carut-Marut Penegakan Hukum di Indonesia

Jumat, 25 September 2026 - 17:49 WIB

WAKIL KETUA DPRD JABAR: ANGGARAN TURUN RP8,3 TRILIUN, TAPI PELAYANAN KE RAKYAT TIDAK BOLEH BERKURANG

Jumat, 25 September 2026 - 17:17 WIB

DPRD Kota Bandung sukses menggelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216

Senin, 21 September 2026 - 15:15 WIB

HADIR DI TENGAH KRISIS AIR, PERUMDA TIRTAWENING SALURKAN BANTUAN AIR TANGKI

Kamis, 17 September 2026 - 16:08 WIB

Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPERWI) Gelar Table Top 2026, Dorong Sinergi dan Bangkitkan Industri Pariwisata Nasional

Kamis, 17 September 2026 - 11:00 WIB

Nakhoda Baru di Jalur Krusial: Rekam Jejak AKP Sudirianto Mengawal Lalu Lintas Karawang

Minggu, 6 September 2026 - 22:16 WIB

Menyeberang ke Pulau Mercusuar Santolo: Dari Deru Perahu Hingga Gurihnya Ikan Bakar Lesehan

Berita Terbaru