Aisha Kamila, Si “Neng Pasundan” Cilik Siap Bersinar di Industri Musik Tanah Air

BARA NEWS JABAR

- Redaksi

Minggu, 17 Agustus 2025 - 01:57 WIB

50236 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung – Di usianya yang baru menginjak 11 tahun, Aisha Kamila telah berhasil mencuri perhatian publik lewat suara emas dan semangatnya dalam dunia tarik suara. Senada Digital Records bersama program Belajar Musiks Bandung tengah menyiapkan kejutan terbaru, pada Sabtu (16/8/2025) mereka mulai menggarap album berbahasa Sunda yang akan dibawakan Aisha.

Aisha Kamila, gadis kelahiran Bandung, 26 Desember 2013 tersebut kini duduk di bangku kelas 6 SD Karakter Sabilul Ilmy – Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Ia lahir dari pasangan Sendi Setia Permadie dan Susy Susanti, Aisha tumbuh dalam lingkungan keluarga yang penuh dukungan. Ayahnya, seorang guru olahraga sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Industri dan Humas di SMKN 4 Padalarang, dan ibunya yang kini menjadi ibu rumah tangga setelah sebelumnya berkarier sebagai Ahli Teknologi Laboratorium Medik di sebuah laboratorium swasta ternama di Bandung.

Bakat Aisha dalam bernyanyi mulai terlihat sejak usia 3 tahun. Ia sudah hapal dan mampu menyanyikan beberapa lagu nasional dan daerah dengan baik. Dari situlah mimpinya mulai tumbuh, Aisha ingin suatu saat namanya terpampang di papan billboard yang berderet di sepanjang jalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kini, impian itu perlahan mulai ia bangun lewat berbagai prestasi yang telah diraih. Di antaranya adalah juara lomba menyanyi di sekolah, menjadi perwakilan dalam ajang lomba Pupuh FTBI, menyanyi di FLS2N, dan mewakili Kabupaten Bandung Barat dalam lomba menyanyi di BBGTK Kemendikdasmen Jawa Barat. Tak hanya itu, ia juga menjadi finalis lomba menyanyi di ajang Student Fest se-Bandung Raya serta beberapa kali masuk kategori juara dalam berbagai festival musik.

Perjalanan Aisha semakin menarik setelah ia dipertemukan dengan label Senada Digital Records melalui Instagram. Di bawah arahan produser Rulli Aryanto dan Tixxy, Aisha telah merilis empat lagu, salah satunya berjudul Respect, sebuah lagu yang edukatif dan penuh semangat.

“Aisha punya warna suara yang sangat kuat. Ini terdengar jelas dari lagu-lagu yang telah dirilisnya. Usianya masih muda, tapi punya support system yang luar biasa dari keluarga dan lingkungan sekitarnya,” ujar Rulli Aryanto, sang produser.

Salah satu lagu yang cukup menonjol adalah Neng Pasundan, yang kental dengan identitas budaya Sunda. Rulli menjelaskan, “Sejak awal, Senada Digital Records memang selalu menekankan bahwa karya adalah identitas penyanyi. Seperti bahasa dan suku sebagai identitas manusia, Aisha dan keluarganya sangat bangga menjadi orang Bandung. Karena itu lagu ini lahir.”

Tak hanya sebagai ajang berkarya, Rulli juga melihatnya sebagai misi budaya. Baginya, lagu-lagu berbahasa Sunda yang dikemas modern bisa menjadi sarana promosi budaya Sunda ke dunia luar, sekaligus menegaskan identitas Aisha sebagai Neng Pasundan.

“Aisha Kamila bersama Belajar Musiks Bandung akan merilis lagu-lagu baru secara konsisten. Lewat program ini, dia juga bisa lebih dalam memahami setiap materi lagu yang dibawakan. Tungguin ya! Respect!, seperti judul lagunya Aisha Kamila, hehe,” ungkap Rulli.
Di balik perjalanan Aisha, ada peran besar dari sang ayah, Sendi Setia Permadie. Menurutnya, dukungan orang tua terhadap minat dan bakat anak adalah hal yang mutlak.

“Alasan saya mendukung Aisha berkarya di dunia musik karena melihat besarnya minat dan bakatnya. Menyanyi membuat Aisha mendapatkan kembali rasa percaya dirinya yang sempat hilang. Ini menjadi proses pendewasaan dirinya agar bisa tumbuh menjadi wanita yang kuat dan hebat,” jelas Sendi.

Ia menambahkan bahwa menyanyi adalah kesenangan tersendiri bagi Aisha dan menjadi wadah untuk mengekspresikan diri. “Sebagai guru, saya tahu betul dampak negatif bila anak tidak disalurkan bakatnya. Bisa berujung pada gangguan kesehatan mental, penurunan kualitas hidup, bahkan rasa tidak bahagia karena merasa tidak diperhatikan.”

Bagi Aisha, musik adalah lebih dari sekadar hobi. “Menyanyi adalah cara Aisha mengekspresikan diri lewat kata dan nada. Dari bernyanyi, Aisha belajar percaya diri, bertemu teman-teman baru, dan meningkatkan kualitas vokal. Ini adalah langkah awal untuk meraih cita-cita di masa depan,” tutur Aisha dengan semangat.

Aisha Kamila bukan sekadar gadis kecil dengan suara merdu. Ia adalah Neng Pasundan, simbol generasi muda yang mencintai budaya, berani bermimpi, dan terus melangkah untuk menjadi bintang terang di langit musik Indonesia.

(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)

Berita Terkait

Lebih Mudah, Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Cukup STNK Tanpa KTP Pemilik Pertama*
*Chandra Gautama Jembatani Tradisi lewat Aing Kabayan*
Penyampaian LKPJ 2025, Farhan Paparkan Capaian Pembangunan Daerah
Asep Robin: Legalitas Cagar Budaya Cikadut Harus Kuat  
Berburu Lailatul Qadar, Ini Rekomendasi Masjid untuk Iktikaf di Kota Bandung
Bandung Jadi Pusat Inovasi dan Kolaborasi di IFBEX 2026
Camat Bandung Wetan ‘Meledak’, Musrenbang di Hotel Grandia Jadi Kontroversi!
Aliansi Mahasiswa SUCI Bergerak Gelar Refleksi Peringatan Hari HAM Sedunia

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:57 WIB

Safari Ramadhan di Karawang, DPP ABPEDNAS Perkuat Konsolidasi BPD se-Kabupaten

Kamis, 25 Desember 2025 - 16:55 WIB

Lapas Kelas IIA Cikarang Berikan Remisi Khusus Natal 2025 kepada 41 Warga Binaan

Kamis, 25 Desember 2025 - 16:51 WIB

Polsek Cikarang Timur Dirikan Pos Pelayanan Nataru 2025 di Sejumlah Objek Wisata

Rabu, 24 Desember 2025 - 11:43 WIB

Polri Hadir Berbuat Bermanfaat, Polsek Cikarang Timur Laksanakan Yanmas Pagi dan Gatur Lalin di Sejumlah Titik Rawan

Rabu, 24 Desember 2025 - 00:33 WIB

Ratusan Ojol Daftar BPJS Ketenagakerjaan di Balai Kota Depok

Rabu, 24 Desember 2025 - 00:15 WIB

Kapolsek Sekayam AKP Sutikno Akui 3 Anggotanya Terlibat PETI di Malenggang, 1 Diusulkan Dimutasi

Selasa, 23 Desember 2025 - 23:12 WIB

Unit Samapta Polsek Cikarang Timur Intensifkan Patroli Kewilayahan Jelang Libur Natal dan Tahun Baru

Senin, 22 Desember 2025 - 23:37 WIB

Pasca Mutasi Kaplores Metro Bekasi, JPDN dan GBR Kawal Tuntas Kasus Pengeroyokan Yang Melibatkan Anggota DPRD

Berita Terbaru

Bandung

*Chandra Gautama Jembatani Tradisi lewat Aing Kabayan*

Sabtu, 4 Apr 2026 - 19:29 WIB

Bandung

Asep Robin: Legalitas Cagar Budaya Cikadut Harus Kuat  

Senin, 30 Mar 2026 - 23:39 WIB