Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Bekasi, 41 Rumah dan Fasilitas Umum di Karawang Rusak, 111 Jiwa Terdampak

BARA NEWS JABAR

- Redaksi

Jumat, 22 Agustus 2025 - 06:48 WIB

50328 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,9 yang mengguncang Kabupaten Bekasi pada Rabu (20/8) ternyata berdampak hingga wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Berdasarkan laporan kaji cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, sebanyak 41 rumah mengalami kerusakan, sementara 111 jiwa terdampak akibat guncangan tersebut.

BPBD Karawang mencatat kerusakan tersebar di enam kecamatan, yakni Telukjambe Barat 6 rumah, Pangkalan 3 rumah, Tegalwaru 26 rumah, Klari 1 rumah, Ciampel 5 rumah, serta 1 aula di Kecamatan Tirtamulya. Selain bangunan rumah, sejumlah fasilitas umum juga terdampak, termasuk 1 kantor kecamatan, 1 puskesmas, 2 mushola, dan 2 sekolah dasar negeri. Salah satunya, SDN di Kecamatan Tegalwaru mengalami kerusakan pada atap dan dinding ruang kelas, sementara aula serbaguna di kantor Kecamatan Pangkalan retak pada plafon.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski banyak bangunan mengalami kerusakan, BPBD menyatakan hingga laporan diterima tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi. Sebanyak 43 kepala keluarga atau 111 jiwa tercatat terdampak, dengan sebagian besar masih bertahan di rumah masing-masing.

Satgas BPBD Kabupaten Karawang telah turun langsung ke lokasi bersama aparat desa, Muspika, Kasie Trantib Kecamatan, Babinsa, dan Bimaspolri untuk melakukan asesmen dan koordinasi penanganan. Kebutuhan mendesak saat ini meliputi logistik makanan dan kebutuhan dasar lainnya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto menegaskan tim dari Kedeputian Penanganan Darurat segera berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran. BNPB menekankan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama, sementara pendataan kerusakan dan kebutuhan warga akan terus diperbarui seiring perkembangan situasi di lapangan. (*)

Berita Terkait

Lebih Mudah, Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Cukup STNK Tanpa KTP Pemilik Pertama*
PENANGANAN KASUS KERACUNAN MBG
Bandung Jadi Pusat Inovasi dan Kolaborasi di IFBEX 2026
Didi Garnadi, Kepala Dinas DPUTR Purwakarta yang ‘Arogan’: Warga Kecewa dengan Sikapnya
Camat Bandung Wetan ‘Meledak’, Musrenbang di Hotel Grandia Jadi Kontroversi!
Warga Sridadi Protes Biaya Pemindahan Tiang PLN
Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Bekasi, JPDN dan GBR Kawal Proses Hukum ‎
Jaga Kebersihan dan Drainase, Kecamatan Lembang Lakukan Penataan PKL Secara Bertahap

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 14:10 WIB

71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia

Senin, 6 April 2026 - 02:55 WIB

Lebih Mudah, Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Cukup STNK Tanpa KTP Pemilik Pertama*

Sabtu, 4 April 2026 - 19:29 WIB

*Chandra Gautama Jembatani Tradisi lewat Aing Kabayan*

Rabu, 1 April 2026 - 14:50 WIB

Penyampaian LKPJ 2025, Farhan Paparkan Capaian Pembangunan Daerah

Minggu, 8 Maret 2026 - 17:09 WIB

Berburu Lailatul Qadar, Ini Rekomendasi Masjid untuk Iktikaf di Kota Bandung

Jumat, 27 Februari 2026 - 17:14 WIB

PENANGANAN KASUS KERACUNAN MBG

Selasa, 17 Februari 2026 - 17:35 WIB

Mantan Karyawan PT RPG,TBK minta Hak Gaji di bayar perusahaan.

Jumat, 6 Februari 2026 - 15:35 WIB

Bandung Jadi Pusat Inovasi dan Kolaborasi di IFBEX 2026

Berita Terbaru

Daerah

Budaya Bukan Cuma Seremoni: Pesan KAA dari Savoy Homan

Minggu, 19 Apr 2026 - 16:10 WIB

Bandung

*Chandra Gautama Jembatani Tradisi lewat Aing Kabayan*

Sabtu, 4 Apr 2026 - 19:29 WIB