Pemkot Bandung dan IATL ITB Uji Skema Baru Kurangi Sampah Makanan

REDAKSI KOTA BANDUNG

- Redaksi

Rabu, 27 Agustus 2025 - 19:09 WIB

50208 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, baranewsjabar.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Pespa IATL (Ikatan Alumni Teknik Lingkungan) ITB mengambil langkah nyata untuk menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah.

Salah satu solusi yang akan diuji coba yaitu pembentukan PSTK (Pengelola Sampah Tingkat Kelurahan). Uji coba telah dilaksanakan di Kelurahan Nyengseret dan Panjunan.

Kelembagaan ini dirancang untuk menjadi ujung tombak pengelolaan sampah di level komunitas, agar pengelolaan, terutama sampah makanan, bisa dilakukan langsung dari sumbernya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain menyampaikan, sebagian besar sampah yang dihasilkan warga Bandung merupakan sampah organik, termasuk sisa makanan yang seharusnya masih bisa diminimalkan.

“Kita perlu mengubah cara pandang dalam mengelola sampah makanan. Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga menyangkut budaya hidup bijak dan tidak boros,” ujarnya di Hotel Ammarosa, Rabu 28 Agustus 2025.

Menurutnya, pengurangan food waste adalah isu lintas sektor. Selain mengurangi volume sampah, pengelolaan yang baik dapat mengubah sisa makanan menjadi pupuk atau pakan ternak yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami yakin hasil riset ini bisa direplikasi ke seluruh kelurahan di Kota Bandung. Tapi kuncinya ada di kolaborasi. Pemerintah tidak bisa jalan sendiri. Kita butuh sinergi dengan akademisi, swasta, komunitas, dan masyarakat,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Umum IATL ITB, Chitra Ratna menjelaskan, hasil riset selama 1,5 tahun terakhir menemukan adanya “missing link” dalam sistem pengelolaan sampah di tingkat paling bawah.

“Sering kali kita tidak sadar bahwa pengumpulan sampah dari RT atau RW masih lemah. Ini adalah mata rantai yang hilang tapi krusial dalam sistem,” ungkapnya.

Menurut Chitra, kelemahan pada sistem pengumpulan ini menjadi penyebab utama mengapa banyak sampah tidak terkelola dengan baik hingga akhirnya menumpuk di TPS dan TPA.

“Kalau link yang hilang ini bisa kita ubah jadi inovasi, maka hasilnya akan sangat terasa. Bandung sudah punya modal bagus seperti program Kang Pisman dan Buruan SAE. Ini bisa jadi contoh nasional,” ujarnya.

Uji coba skema kelembagaan tingkat kelurahan ini dianggap sebagai langkah awal yang menjanjikan.

Selain mendorong budaya tanam di rumah (urban farming), program ini juga menunjukkan bahwa sisa makanan yang telah diolah bisa dimanfaatkan kembali, mengurangi beban lingkungan, dan memberi nilai tambah ekonomi bagi warga.

Berita Terkait

DPRD Kota Bandung sukses menggelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216
HADIR DI TENGAH KRISIS AIR, PERUMDA TIRTAWENING SALURKAN BANTUAN AIR TANGKI
Pansus VI DPRD Kabupaten Bandung Koordinasi ke PDAM Tirtawening Kota Bandung Bahas Raperda Penyertaan Modal
Rizky Mediantoro Resmi Jabat Dirut Perumda Tirtawening Bandung, Fokus Integrasi Keuangan
Wali Kota Instruksikan Manajemen Baru PDAM Tirtawening Konsolidasi Keuangan
DPRD Dukung Penuh Upaya Pemkot Bandung Untuk Mempercepat Penanganan Sampah
Walikota Bandung Muhammad Farhan Gaet Investor Menuju Target Investasi Rp.12 Triliun
Kemeriahan HUT RI ke-81 di DKPP Kota Bandung: Eratkan Silaturahmi dan Semangat Gotong Royong

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Pussenif Gelar Pameran Alutsista di Soreang: Tampilkan Ranpur Modern hingga Kuliner Gratis untuk Warga

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:11 WIB

BPPH Pemuda Pancasila Jawa Barat Gelar Diskusi Panel Sikapi Carut-Marut Penegakan Hukum di Indonesia

Jumat, 25 September 2026 - 17:49 WIB

WAKIL KETUA DPRD JABAR: ANGGARAN TURUN RP8,3 TRILIUN, TAPI PELAYANAN KE RAKYAT TIDAK BOLEH BERKURANG

Jumat, 25 September 2026 - 17:17 WIB

DPRD Kota Bandung sukses menggelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216

Senin, 21 September 2026 - 15:15 WIB

HADIR DI TENGAH KRISIS AIR, PERUMDA TIRTAWENING SALURKAN BANTUAN AIR TANGKI

Kamis, 17 September 2026 - 16:08 WIB

Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPERWI) Gelar Table Top 2026, Dorong Sinergi dan Bangkitkan Industri Pariwisata Nasional

Kamis, 17 September 2026 - 11:00 WIB

Nakhoda Baru di Jalur Krusial: Rekam Jejak AKP Sudirianto Mengawal Lalu Lintas Karawang

Minggu, 6 September 2026 - 22:16 WIB

Menyeberang ke Pulau Mercusuar Santolo: Dari Deru Perahu Hingga Gurihnya Ikan Bakar Lesehan

Berita Terbaru