Kasus Guru Tampar Siswa di Subang Berakhir Damai, Gubernur Dedi Mulyadi Fasilitasi Mediasi

baraNews Jabar Online

- Redaksi

Jumat, 7 November 2025 - 18:47 WIB

50246 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subang — Kasus dugaan kekerasan di lingkungan pendidikan yang melibatkan seorang guru SMP Negeri 2 Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, akhirnya diselesaikan secara damai. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun langsung memediasi kedua pihak dan memastikan persoalan tersebut diselesaikan melalui pendekatan kekeluargaan, tanpa dilanjutkan ke ranah hukum.

Melalui unggahan di akun Instagram-nya, Dedi menyatakan telah bertemu dengan orang tua siswa berinisial ZR yang menjadi korban dugaan kekerasan oleh gurunya. Ia menyebut bahwa baik pihak keluarga siswa maupun guru telah menyampaikan pernyataan bersama untuk menyudahi permasalahan secara damai.

“Saya sudah bertemu dengan ayahnya Zaki dan ibunya Zaki. Kemarin sudah ada pernyataan dari gurunya, hari ini ada pernyataan dari kedua orang tuanya,” ujar Dedi, Kamis (6/11/2025), seraya menegaskan bahwa keduanya sepakat untuk bertemu langsung dengan guru di sekolah untuk menyelesaikan persoalan tanpa dendam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyelesaian damai ini dilatarbelakangi oleh peristiwa yang sempat viral di media sosial. Dalam rekaman video yang beredar, terlihat seorang guru menampar siswa setelah diduga memanjat pagar sekolah hingga roboh. Siswa tersebut adalah satu dari delapan siswa yang dilaporkan melakukan pelanggaran disiplin pada Senin (3/11). Video adu argumen antara guru dan orang tua siswa pun menjadi perbincangan hangat masyarakat.

Dedi Mulyadi, yang dikenal dekat dengan dunia pendidikan, secara tegas menyatakan bahwa tindakan tegas dari guru tetap diperlukan dalam mendisiplinkan siswa. Namun demikian, ia menggarisbawahi bahwa tindakan tersebut tetap harus dilandasi nilai-nilai pendidikan yang mengedepankan pembinaan, bukan kekerasan.

“Salam untuk semuanya, para guru di Jawa Barat, tetap mengajar dengan baik dan berani bertindak mendisiplinkan siswa. Tapi tetap berikan hukuman yang memberikan pendidikan bagi siswa. Misalnya mengepel, membersihkan toilet, mengelap kaca, menyapu halaman. Agar karakter anak-anak kita terbentuk,” kata Dedi dalam pernyataannya.

Di sisi lain, ayah ZR mengungkapkan harapannya agar kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Ia mengaku telah menerima penjelasan dan menunjukkan sikap terbuka untuk menyudahi polemik.

“Semoga ke depannya lebih baik lagi buat anak saya terutama dan buat anak-anak yang lain. Untuk para guru juga, biar lebih semangat lagi mendidik. Dan hindari kekerasan,” ujarnya.

Insiden ini sebelumnya sempat memicu beragam respons di media sosial. Sebagian kalangan menilai tindakan sang guru sebagai bentuk kedisiplinan, sementara lainnya menyoroti pentingnya menjaga hak anak dan menolak kekerasan dalam bentuk apapun di lingkungan pendidikan.

Guru yang bersangkutan, Rana Saputra, dalam klarifikasinya, menyebut tindakannya dilandasi upaya untuk menegakkan aturan di sekolah, menyusul perilaku siswa yang dinilai tidak bisa lagi ditegur dengan pendekatan lisan.

“Saya mengepret begitu karena diomongin baik-baik sudah tidak mempan. Kalau gamparan saya yang sebenarnya, mungkin anak bapak sudah pingsan,” ujarnya dalam video yang turut viral di media sosial.

Insiden ini menjadi sorotan luas publik, terlebih setelah munculnya pernyataan dari tokoh-tokoh masyarakat, termasuk Gubernur Jawa Barat. Banyak pihak berharap, penyelesaian damai yang berhasil difasilitasi oleh pemerintah provinsi ini dapat dijadikan momentum reflektif untuk memperbaiki iklim pendidikan yang lebih sehat, berimbang, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.

Hingga saat ini, pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Subang belum mengeluarkan pernyataan resmi. Namun, dengan tercapainya kesepakatan damai, pihak-pihak terkait mengharapkan agar kegiatan belajar-mengajar dapat kembali kondusif dan guru serta siswa sama-sama mendapatkan ruang untuk tumbuh dan belajar dalam lingkungan yang aman dan mendidik.

Berita Terkait

Dugaan Limbah Berbusa Hitam Cemari Permukiman di Subang, DLH Jabar Segera Lakukan Penelusuran
Kurang dari 24 Jam, Polisi Berhasil Menangkap Pembunuh Lansia di Subang
Polres Subang Ungkap Tawuran Maut Dipicu Tantangan Medsos, 1 Remaja Tewas Dibacok
Dedi Mulyadi Marah Besar di Acara Pemerintah: Anak Muda Enggak Punya Otak Kamu!
Terungkap! Peran Abi Aulia dalam Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Benturkan Kepala Korban ke Dinding dan Siapkan Mobil
Polisi Subang Bongkar Modus Penggelapan Mobil untuk Judi Online
Bakamla RI Lagi-Lagi Tangkap Ballpress Ilegal
Polres Subang Ringkus Tiga Pengedar Sabu, Amankan 100 Paket

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:11 WIB

DPRD Dukung Penuh Upaya Pemkot Bandung Untuk Mempercepat Penanganan Sampah

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:41 WIB

Walikota Bandung Muhammad Farhan Gaet Investor Menuju Target Investasi Rp.12 Triliun

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:35 WIB

Warga RW 04 kelurahan Babakan Tarogong Kompak merayakan HUT RI ke 81

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:41 WIB

Dari Tradisi ke FYP: Cepot Motah Ajak Anak Muda Hidupin Lagi Seni Nusantara

Senin, 17 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Menjaga Persatuan dan Kesatuan, Membangun Cimahi, untuk Indonesia Emas ke-81

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:47 WIB

Camat Rancaekek membagikan Bendera merah putih kepada pengendara sepeda motor Tanamkan Edukasi Perjuangan HUT RI ke-81

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Dua Kandidat Berebut Kursi Ketua Definitif di Konferprov PWI Jawa Barat Periode 2026–2031

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:58 WIB

Dua Pria Ditangkap Terkait Unggahan Bernada Provokatif Soal Pernyataan Presiden Prabowo

Berita Terbaru