BANDUNG,Baranewsjabar.com — Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) SOKSI Wilayah IX Jawa Barat resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) XII yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, 29–30 Agustus 2026, di Horison Ultima Bandung Hotel.
Forum tertinggi organisasi kemasyarakatan pendiri Partai Golkar di tingkat provinsi ini mengusung dua agenda sentral:
penyampaian laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2021–2026 serta pemilihan ketua dan jajaran kepemimpinan baru untuk masa bakti 2026–2031.
Rangkaian acara diawali pada Sabtu (29/8) pukul 13.00 WIB dengan pembukaan resmi, registrasi peserta, dan pendidikan politik dari DPD Partai Golkar Jawa Barat.
Hari pertama juga diisi dengan laporan pertanggungjawaban pengurus Demisioner dan sidang-sidang komisi. Sementara itu, agenda puncak berupa prosesi suksesi dan penetapan Ketua Depidar SOKSI Jabar periode 2026–2031 dijadwalkan berlangsung pada hari kedua, Minggu (30/8).
Acara pembukaan Musda XII dihadiri oleh jajaran tokoh penting nasional dan daerah. Ketua Umum Depinas SOKSI, Dr. Mukhamad Misbakhun, M.H., hadir langsung untuk membuka musyawarah secara resmi. Turut memberikan sambutan dan pengarahan yakni Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bersama Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, M. Daniel Syafiuddin, S.T., serta Ketua Depidar SOKSI Jabar yang juga Wakil Ketua Umum Depinas SOKSI, H. Yod Mintaraga.
“Salah satu momen istimewa dalam pembukaan Musda kali ini adalah peluncuran buku biografi H. Yod Mintaraga berjudul “Mang Yod: Legenda Parlemen Delapan Periode”.
Karya ini mendokumentasikan perjalanan hidup dan rekam jejak politik Yod Mintaraga sebagai politisi senior asal Jawa Barat yang mencatatkan sejarah langka: memenangkan pemilu legislatif selama delapan periode berturut-turut hingga meraih penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Dalam pengarahannya, H. Yod Mintaraga menegaskan posisi Jawa Barat sebagai barometer politik nasional. Ia berharap pelaksanaan Musda XII SOKSI Jabar dapat berjalan tertib, kondusif, dan menjadi percontohan (role model) bagi pelaksanaan musyawarah di wilayah lain.
Musda ini diharapkan tidak hanya melahirkan transisi kepemimpinan yang elegan, tetapi juga merumuskan keputusan-keputusan strategis organisasi untuk lima tahun mendatang, ungkapnya.*(Imas)










































