Kecelakaan Maut di Tol Ciawi: Tuntutan Evaluasi dan Pengawasan Industri Air

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Sabtu, 8 Februari 2025 - 12:06 WIB

50439 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Baranewsjabar..com

Bogor// Pada hari 8 Februari 2925 sebuah kecelakaan maut terjadi di pintu Tol Ciawi, Kabupaten Bogor, yang menyebabkan 8 orang meninggal dan beberapa orang lainnya terluka. Kecelakaan ini disebabkan oleh truk pengangkut air mineral AQUA yang mengalami rem blong.

Investigasi Awal
Berdasarkan investigasi awal, ditemukan bahwa truk pengangkut air mineral AQUA tersebut memiliki mobilitas yang tinggi dan sering hilir-mudik di wilayah Jabodetabek. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang keselamatan dan pengawasan industri air di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tuntutan Evaluasi dan Pengawasan
Oleh karena itu, kami dari Masyarakat Patriot Peduli Air Nasional (MAPPAN) menuntut evaluasi dan pengawasan yang lebih ketat terhadap industri air di Indonesia. Kami menyerukan kepada pemerintah untuk melakukan penyelidikan dan kajian yang lebih mendalam tentang industri air dan pengawasan yang lebih ketat terhadap truk-truk pengangkut air.

Pihak yang Terkait
Kami menyerukan kepada beberapa pihak untuk melakukan evaluasi dan pengawasan yang lebih ketat, antara lain:

1. Kementerian Perhubungan sebagai fungsi pengawasan daya angkut muatan armada.
2. Kementerian Keuangan untuk kontrol pajak SIPA.
3. Kementerian PUPR untuk kontrol SIPA cq DIRJEN Sumber Daya Air (SDA) Air Permukaan.
4. Kementerian ESDM sebagai pemberi izin SIPA (Air Dalam).
5. Kementerian Lingkungan Hidup untuk kontrol pelestarian air.
6. Pemerintah Daerah Propinsi Jawa Barat.
7. Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor dan Sukabumi.

Harapan
Kami berharap bahwa kecelakaan maut di Tol Ciawi ini dapat menjadi pintu masuk untuk melakukan evaluasi dan pengawasan yang lebih ketat terhadap industri air di Indonesia. Kami juga berharap bahwa pemerintah dapat melakukan tindakan yang lebih tegas terhadap industri air yang tidak memenuhi standar keselamatan dan pengawasan.

Penutup
Kami dari MAPPAN siap mendampingi dan memberikan data lengkap terkait industri air di Kabupaten Bogor. Kami menyerukan kepada pemerintah untuk melakukan evaluasi dan pengawasan yang lebih ketat terhadap industri air di Indonesia.

Salam,
Dede Mujahidin
Reporter: Ariyadi (Ucok)

 

 

 

Berita Terkait

Pelajar Bogor Bersatu! Deklarasi Akbar Komitmen Menjaga Persaudaraan dan Prestasi
Tim Pembina Posyandu Kota Bandung Laksanakan Monitoring dan evaluasi, Posyandu 6 SPM Tunas Harapan 1 di Kelurahan Suka Asih
Jelang Iduladha 2026 Pemeriksaan Hewan Kurban di Kota Bandung Diperketat
DKPP Kota Bandung Siapkan 184 Petugas Periksa Hewan Kurban
DKPP Kota Bandung Periksa Kesehatan Satwa Prioritas di Bandung Zoo
71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia
Lebih Mudah, Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Cukup STNK Tanpa KTP Pemilik Pertama*
Penyampaian LKPJ 2025, Farhan Paparkan Capaian Pembangunan Daerah

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:58 WIB

Pelajar Bogor Bersatu! Deklarasi Akbar Komitmen Menjaga Persaudaraan dan Prestasi

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:12 WIB

Griya Persada Hotel Kaliurang Yogyakarta mengadakan gathering temu ramah mesra di Kota Bandung

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:49 WIB

Tim Pembina Posyandu Kota Bandung Laksanakan Monitoring dan evaluasi, Posyandu 6 SPM Tunas Harapan 1 di Kelurahan Suka Asih

Senin, 1 Juni 2026 - 18:49 WIB

Rd. Ir. Roza Rahmadjasa Mintaredja M. Ars tokoh budayawan yang melestarikan adat dan pengembangan wawasan kebudayaan Sunda.

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:10 WIB

Membaca waktu menjaga Harmoni kehidupan dengan kesadaran Tentang Sejarah kalender Sunda

Senin, 25 Mei 2026 - 19:23 WIB

PERAYAAN AWAL TAHUN 1 Suklapaksa KARTIKA 1963 Çaka Sunda

Senin, 18 Mei 2026 - 16:42 WIB

Jelang Iduladha 2026 Pemeriksaan Hewan Kurban di Kota Bandung Diperketat

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:47 WIB

eMTe Highland Resort Ciwidey, Destinasi Wisata Alam Favorit di Bandung Selatan

Berita Terbaru