Pahlawan Kebersihan Kota Bandung: Rela Tinggalkan Keluarga Demi Hari Raya yang Bersih dan Asri

REDAKSI KOTA BANDUNG

- Redaksi

Rabu, 2 April 2025 - 12:46 WIB

50146 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, baranewsjabar.com- Saat fajar mulai menyingsing, Nurlaelasari sudah bersiap dengan sapu di tangan. Perempuan asal Cibeunying ini adalah salah satu petugas kebersihan Kota Bandung yang setiap hari turun ke jalan, memastikan kota tetap bersih dan nyaman.

Sudah enam tahun ia mengabdikan diri sebagai penyapu jalan di bawah Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Rutinitasnya dimulai dari titik kerja yang telah ditentukan.

Tanpa banyak bicara, ia langsung mengayunkan sapunya, menyapu dedaunan kering dan sampah yang berserakan di trotoar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau lagi rontok daunnya banyak, bisa sampai lima jam nyapu,” ujarnya.

Namun, bukan hanya lelah yang ia rasakan. Ada kebanggaan dalam setiap ayunan sapunya.

“Kalau Bandung bersih, rasanya senang. Bikin betah,” tambahnya dengan senyum.

Namun, di balik pekerjaannya yang mulia, ada pengorbanan besar yang harus ia jalani, terutama saat momen Idulfitri.

Tahun ini, ia beruntung mendapat libur di hari pertama, tetapi di tahun-tahun sebelumnya, ia pernah harus tetap bertugas di hari yang fitri.

“Ada haru, ada sedih. Malam takbiran, orang kumpul keluarga, saya di jalan. Tapi alhamdulillah, ada teman-teman yang sama-sama di sini, jadi tetap ada kebersamaan,” katanya.

Tak hanya Nurlaelasari, Haji Sapar, petugas kebersihan dari tim Taktiss, juga berbagi cerita serupa. Empat tahun ia menyapu jalanan, mengawal kebersihan kota dengan sepenuh hati.

“Kadang suka ada yang buang sampah sembarangan, saya tegur. Tapi ada yang dengerin, ada juga yang cuek. Kalau ada yang menghargai kerja kami, rasanya senang. Setidaknya, ada yang sadar betapa pentingnya kebersihan,” ungkapnya.

Di balik pekerjaannya, Haji Sapar juga harus melewati momen-momen sulit. Setiap malam takbiran, saat takbir berkumandang di seluruh penjuru kota, ia tetap berada di jalanan, membersihkan sisa-sisa perayaan.

“Malam takbiran kerja, pagi Lebaran juga masih kerja. Pulang sebentar, lalu lanjut piket lagi,” ceritanya.

Bagi keluarganya, ini sudah menjadi hal yang biasa, meski tetap ada rasa sedih karena tidak bisa berkumpul penuh di hari istimewa. Namun, tugas mulia menjaga kebersihan kota Bandung menjadi motivasinya.

Adi, petugas kebersihan dari Dago, juga punya cerita perjuangan yang tak kalah menginspirasi. Dari GOR Citra hingga Widyatama, setiap sudut jalannya ia jaga dengan penuh dedikasi.

“Setiap hari harus siap dengan sapu dan pengki, membersihkan area yang sudah ditentukan. Kalau lagi musim kemarau dan banyak daun rontok, pekerjaan jadi lebih berat,” jelasnya.

Meski begitu, ia tetap menjalaninya dengan penuh semangat. “Sukanya, bisa bikin Bandung bersih. Dukanya, pas hari H Lebaran orang kumpul sama keluarga, saya tetap kerja. Tapi, ini tugas mulia,” katanya dengan bangga.

Ia ingat pernah mendapat apresiasi dari warga yang lewat dan memberikan sekadar ucapan terima kasih atau makanan ringan. “Hal kecil seperti itu saja sudah bikin hati hangat,” tambahnya.

Ketiganya sepakat, menjaga kebersihan kota bukan hanya tugas petugas kebersihan, tapi tanggung jawab bersama.

“Wargi Bandung, mari kita jaga kota kita. Jangan buang sampah sembarangan, hargai usaha kami,” pesan mereka.

Saat kebanyakan orang menikmati momen kebersamaan di hari raya, mereka tetap menjalankan tugasnya, menjaga Kota Bandung tetap bersih dan nyaman.

Berita Terkait

​Regenerasi Kepemimpinan, (BBC) Sukses Gelar Musyawarah Besar
Griya Persada Hotel Kaliurang Yogyakarta mengadakan gathering temu ramah mesra di Kota Bandung
Tim Pembina Posyandu Kota Bandung Laksanakan Monitoring dan evaluasi, Posyandu 6 SPM Tunas Harapan 1 di Kelurahan Suka Asih
Jelang Iduladha 2026 Pemeriksaan Hewan Kurban di Kota Bandung Diperketat
DKPP Kota Bandung Siapkan 184 Petugas Periksa Hewan Kurban
DKPP Kota Bandung Periksa Kesehatan Satwa Prioritas di Bandung Zoo
71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia
Lebih Mudah, Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Cukup STNK Tanpa KTP Pemilik Pertama*

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:58 WIB

Pelajar Bogor Bersatu! Deklarasi Akbar Komitmen Menjaga Persaudaraan dan Prestasi

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:12 WIB

Griya Persada Hotel Kaliurang Yogyakarta mengadakan gathering temu ramah mesra di Kota Bandung

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:49 WIB

Tim Pembina Posyandu Kota Bandung Laksanakan Monitoring dan evaluasi, Posyandu 6 SPM Tunas Harapan 1 di Kelurahan Suka Asih

Senin, 1 Juni 2026 - 18:49 WIB

Rd. Ir. Roza Rahmadjasa Mintaredja M. Ars tokoh budayawan yang melestarikan adat dan pengembangan wawasan kebudayaan Sunda.

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:10 WIB

Membaca waktu menjaga Harmoni kehidupan dengan kesadaran Tentang Sejarah kalender Sunda

Senin, 25 Mei 2026 - 19:23 WIB

PERAYAAN AWAL TAHUN 1 Suklapaksa KARTIKA 1963 Çaka Sunda

Senin, 18 Mei 2026 - 16:42 WIB

Jelang Iduladha 2026 Pemeriksaan Hewan Kurban di Kota Bandung Diperketat

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:47 WIB

eMTe Highland Resort Ciwidey, Destinasi Wisata Alam Favorit di Bandung Selatan

Berita Terbaru