Dedi Mulyadi Minta Menkeu Buka Data Daerah yang Simpan Dana di Deposito

baraNews Jabar Online

- Redaksi

Selasa, 21 Oktober 2025 - 07:55 WIB

50287 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menanggapi tegas pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang disebut mengendap dalam bentuk deposito di perbankan. Ia membantah tudingan tersebut dan menantang Menteri Keuangan untuk membuka data daerah secara terbuka.

Dalam pernyataan tertulis yang disampaikan pada Senin (20/10/2025), Dedi memastikan bahwa tidak ada dana APBD Jawa Barat yang disimpan dalam bentuk deposito.

“Saya sudah cek, tidak ada yang disimpan dalam deposito. Saya tantang Pak Menkeu untuk membuka data dan faktanya, daerah mana yang menyimpan dana dalam bentuk deposito,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menganggap tudingan bahwa daerah secara umum menahan belanja dan menempatkan dana publik di bank tidak memiliki dasar yang kuat. Bahkan, menurut Dedi, sebagian besar pemerintah daerah telah berupaya mempercepat realisasi belanja guna mendukung pelayanan publik serta pertumbuhan ekonomi daerah.

“Di antara sekian banyak daerah, pasti ada yang berhasil mengelola keuangannya dengan baik, cepat membelanjakan anggaran demi kepentingan masyarakat,” kata Dedi.

Meski tidak menutup kemungkinan adanya daerah yang menyimpan dana dalam bentuk deposito, Dedi menilai generalisasi yang disampaikan oleh pemerintah pusat justru dapat menimbulkan stigma negatif terhadap seluruh pemerintah daerah, termasuk yang telah menunjukkan kinerja keuangan yang baik.

“Oleh karena itu, saya minta agar data ini dibuka secara terbuka dan disampaikan ke publik. Jangan sampai timbul opini seolah-olah semua daerah gagal mengelola keuangan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa praktik pengendapan dana di bank bisa saja terjadi di segelintir daerah akibat hambatan administrasi atau teknis lainnya, namun hal tersebut tidak bisa dijadikan dasar untuk menilai seluruh daerah secara seragam.

“Lebih baik diumumkan saja daerah mana yang belum membelanjakan anggarannya dengan baik, bahkan menyimpannya dalam bentuk deposito. Ini penting demi menjaga nama baik daerah yang sudah bekerja maksimal,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan mengungkap adanya dana pemda senilai Rp234 triliun yang masih tersimpan di bank hingga Agustus 2025. Dalam data yang dirilis, Jawa Barat disebut sebagai salah satu dari 15 daerah dengan nominal simpanan tertinggi, yakni sebesar Rp4,1 triliun. DKI Jakarta tercatat sebagai daerah tertinggi dengan jumlah simpanan mencapai Rp14,6 triliun, disusul Jawa Timur, Kota Banjar Baru, dan Kalimantan Utara.

Menanggapi data tersebut, Dedi meminta adanya pembuktian lebih lanjut yang disampaikan secara jujur dan transparan kepada publik, agar jelas mana daerah yang perlu evaluasi, serta mana yang sudah menjalankan fungsi anggaran sebagaimana mestinya. (*)

Berita Terkait

​Regenerasi Kepemimpinan, (BBC) Sukses Gelar Musyawarah Besar
Griya Persada Hotel Kaliurang Yogyakarta mengadakan gathering temu ramah mesra di Kota Bandung
Tim Pembina Posyandu Kota Bandung Laksanakan Monitoring dan evaluasi, Posyandu 6 SPM Tunas Harapan 1 di Kelurahan Suka Asih
Jelang Iduladha 2026 Pemeriksaan Hewan Kurban di Kota Bandung Diperketat
DKPP Kota Bandung Siapkan 184 Petugas Periksa Hewan Kurban
DKPP Kota Bandung Periksa Kesehatan Satwa Prioritas di Bandung Zoo
71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia
Lebih Mudah, Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Cukup STNK Tanpa KTP Pemilik Pertama*

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:58 WIB

Pelajar Bogor Bersatu! Deklarasi Akbar Komitmen Menjaga Persaudaraan dan Prestasi

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:12 WIB

Griya Persada Hotel Kaliurang Yogyakarta mengadakan gathering temu ramah mesra di Kota Bandung

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:49 WIB

Tim Pembina Posyandu Kota Bandung Laksanakan Monitoring dan evaluasi, Posyandu 6 SPM Tunas Harapan 1 di Kelurahan Suka Asih

Senin, 1 Juni 2026 - 18:49 WIB

Rd. Ir. Roza Rahmadjasa Mintaredja M. Ars tokoh budayawan yang melestarikan adat dan pengembangan wawasan kebudayaan Sunda.

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:10 WIB

Membaca waktu menjaga Harmoni kehidupan dengan kesadaran Tentang Sejarah kalender Sunda

Senin, 25 Mei 2026 - 19:23 WIB

PERAYAAN AWAL TAHUN 1 Suklapaksa KARTIKA 1963 Çaka Sunda

Senin, 18 Mei 2026 - 16:42 WIB

Jelang Iduladha 2026 Pemeriksaan Hewan Kurban di Kota Bandung Diperketat

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:47 WIB

eMTe Highland Resort Ciwidey, Destinasi Wisata Alam Favorit di Bandung Selatan

Berita Terbaru