Ketum FORTAL Nusantara Tantang Obon Tabroni Wujudkan Langkah Nyata Perangi Obat Keras Tipe G di Bekasi

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Selasa, 16 Desember 2025 - 19:08 WIB

5077 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI – baranewsjabar.com

Pernyataan Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Obon Tabroni, mengenai darurat peredaran obat keras terlarang tipe G di Bekasi memicu reaksi dari aktivis kemasyarakatan. Ketua Umum Forum Masyarakat Anti Obat Terlarang (FORTAL) Nusantara, Kang Edo, meminta sang legislator tidak sekadar memberikan pernyataan normatif, melainkan mengambil langkah politik yang konkret.

Kang Edo mengapresiasi perhatian Obon terhadap isu tersebut saat melakukan kunjungan kerja di Cikarang Barat dan Cikarang Timur. Namun, ia menekankan bahwa situasi di lapangan sudah sangat mengkhawatirkan dan membutuhkan intervensi nyata dari parlemen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Intinya saya meminta keseriusan. Bukan sekadar pernyataan normatif di depan publik. Kami minta langsung kepada Dewan Obon Tabroni, sesuai dengan tupoksi Komisi IX DPR RI, untuk membuka ruang diskusi serius dan menyeluruh dalam menyikapi maraknya peredaran obat keras tipe G di Bekasi,” tegas Kang Edo kepada awak media, Selasa (16/12/2025).

Menurut Kang Edo, sebagai anggota Komisi IX yang membidangi kesehatan dan ketenagakerjaan, Obon memiliki kewenangan besar untuk mendorong penguatan pengawasan distribusi obat dan mengevaluasi regulasi yang ada. Ia menilai agenda formal di tingkat akar rumput harus segera dikonversi menjadi kebijakan strategis.

“Masalah ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan imbauan. Harus ada penguatan pengawasan distribusi, evaluasi regulasi, serta dorongan politik yang nyata dari DPR RI agar penindakan di lapangan oleh aparat berjalan maksimal,” lanjutnya.

FORTAL Nusantara, sebagai organisasi yang aktif melakukan advokasi bahaya obat terlarang, menyatakan siap bersinergi dengan DPR RI untuk memutus mata rantai peredaran obat ilegal tersebut. Kang Edo berharap komitmen yang diucapkan di depan warga bukan sekadar janji manis di masa reses.

“Masyarakat tidak boleh hanya menjadi pendengar janji. Kami ingin merasakan langsung kehadiran negara dalam melindungi generasi muda dari ancaman obat keras tipe G.

Kami siap duduk bersama untuk merumuskan langkah taktis,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, peredaran obat keras golongan G seperti Tramadol dan Hexymer memang dilaporkan masih marak terjadi di wilayah Bekasi, seringkali menyasar kalangan remaja dan pelajar.

(Red)

Berita Terkait

MENGGUGAT LABEL “AIR PEGUNUNGAN” DALAM UPAYA MENYELARASKAN NARASI PEMASARAN DENGAN REALITAS SAINS HUTAN DAN SIKLUS AIR
80 Tahun Mengabdi Polri Untuk Masyarakat, Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Tenggara Berlangsung Khidmat
Sekwan Kabupaten Bekasi Rahmat Atong: Saya Hanya Jalankan Fungsi Administratif, Keputusan Tunjangan Rumah di Tangan Dewan
HUT Bhayangkara ke-80, Polres Cimahi Polri menjadi institusi yang dicintai dan dipercaya publik
Rd. Ir. Roza Rahmadjasa Mintaredja M. Ars tokoh budayawan yang melestarikan adat dan pengembangan wawasan kebudayaan Sunda.
PERAYAAN AWAL TAHUN 1 Suklapaksa KARTIKA 1963 Çaka Sunda
eMTe Highland Resort Ciwidey, Destinasi Wisata Alam Favorit di Bandung Selatan
Budaya Bukan Cuma Seremoni: Pesan KAA dari Savoy Homan

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:58 WIB

Pelajar Bogor Bersatu! Deklarasi Akbar Komitmen Menjaga Persaudaraan dan Prestasi

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:12 WIB

Griya Persada Hotel Kaliurang Yogyakarta mengadakan gathering temu ramah mesra di Kota Bandung

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:49 WIB

Tim Pembina Posyandu Kota Bandung Laksanakan Monitoring dan evaluasi, Posyandu 6 SPM Tunas Harapan 1 di Kelurahan Suka Asih

Senin, 1 Juni 2026 - 18:49 WIB

Rd. Ir. Roza Rahmadjasa Mintaredja M. Ars tokoh budayawan yang melestarikan adat dan pengembangan wawasan kebudayaan Sunda.

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:10 WIB

Membaca waktu menjaga Harmoni kehidupan dengan kesadaran Tentang Sejarah kalender Sunda

Senin, 25 Mei 2026 - 19:23 WIB

PERAYAAN AWAL TAHUN 1 Suklapaksa KARTIKA 1963 Çaka Sunda

Senin, 18 Mei 2026 - 16:42 WIB

Jelang Iduladha 2026 Pemeriksaan Hewan Kurban di Kota Bandung Diperketat

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:47 WIB

eMTe Highland Resort Ciwidey, Destinasi Wisata Alam Favorit di Bandung Selatan

Berita Terbaru